Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima total 3.708 pengaduan masyarakat sepanjang Januari -1 Desember 2021. Aduan dugaan korupsi terbanyak terjadi di DKI Jakarta dengan jumlah 471.
“Benar, bahwa KPK telah menerima berbagai aduan dugaan tindak pidana korupsi dari masyarakat. Salah satunya aduan dimaksud yang telah diterima oleh bagian persuratan KPK,” ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (17/12/ 2021).
KPK lewat situs resminya menyebut bahwa dari total 3.708 aduan tersebut sebanyak 3.705 aduan masuk ke tahap verifikasi. Sementara sisanya masuk ke dalam arsip. Dan dari 3.705 laporan proses verifikasi, sebanyak 3.673 dinyatakan telah selesai, sementara 32 aduan belum selesai verifikasi.
Ali mengatakan KPK akan memproses setiap aduan yang masuk dengan memverifikasi dan menelaah, sehingga diketahui apakah aduan tersebut termasuk ranah tindak pidana korupsi atau tidak.
“Kami sangat mengapresiasi pihak-pihak yang terus gigih berperan dan menaruh optimisme terhadap upaya bersama pemberantasan korupsi di Indonesia,” ucap Ali.
Dari kategori wilayah, aduan mengenai dugaan korupsi di DKI Jakarta merupakan yang paling terbanyak sepanjang tahun ini dengan 471 aduan. Diikuti Jawa Barat dengan 410 aduan, Sumatera Utara 346 aduan, Jawa Timur 330 aduan, dan Jawa Tengah dengan 240 aduan. [**]
Sumber: opsi.id





















