isiantar.com – Ketua Komisi I DPRD Kota Siantar, Hotman Kamaluddin Manik, mendapat kritik keras dari Wakil Ketua DPRD Mangatas Silalahi setelah disebut melakukan pengusiran terhadap wartawan yang ingin meliput rapat.
Penuturan wartawan yang diusir tersebut, Elisbet Purba, pengusiran dialaminya pada Jumat siang 28 September 2018 saat berlangsungnya rapat pembahasan P APBD di setiap komisi.
Elisbet yang membuka pintu komisi I untuk masuk meliput kegiatan rapat, mengaku langsung ditegur Hotman dan menyuruhnya untuk tidak masuk ke dalam ruangan. “Keluar dulu, Bang. Lagi rapat kami,” ujar Elisbet menirukan ucapan Hotman kepadanya saat diwawancarai, Jumat (5/10/2018).
Saat pengakuan Elisbet ini akan dikonfirmasi kepada Hotman pada hari yang sama, politisi asal PDIP itu tidak ada di ruang kerjanya. Menurut salah seorang pegawai, Hotman tidak masuk kantor.
Sementara Mangatas Silalahi yang diminta tanggapannya tentang pengusiran itu lewat sambungan telepon, mengatakan, pengusiran itu sama sekali tidak dibenarkan.
Ia menjelaskan, bahwa rapat di komisi seperti pembahasan anggaran yang terjadi pada Jumat lalu itu adalah rapat bersifat terbuka. “Saya akan ingatkan pimpinan Komisi I DPRD Pematangsiantar mereka bukan membahas rahasia negara, mereka kan membahas uang (milik) rakyat, kenapa harus tertutup,” kata Mangatas.
Mangatas juga menyarankan wartawan untuk meminta penjelasan Hotman tentang pengusiran tersebut, serta meminta Hotman untuk mempelajari lagi aturan tentang rapat itu. “Coba tanya sama dia apa alasan dia bikin rapat tertutup, minta dia buka aturan yang ada,” imbuhnya.
Ruangan Komisi I Lebih Sering Tertutup

Amatan wartawan, berbeda dengan Komisi II dan III yang kedua pintunya selalu terbuka saat rapat pembahasan P APBD yang berlangsung selama beberapa hari itu, ruangan Komisi I yang diketuai Hotman Kamaluddin Manik, justru selalu tertutup. Ketertutupan itu juga sudah terjadi di rapat-rapat sebelumya di tiga tahun terakhir.
Bahkan menurut beberapa jurnalis yang hampir setiap hari meliput di gedung DPRD, sekalipun tidak ada rapat ruangan komisi I selalu lebih sering tertutup.
Beberapa mengaku pernah menanyakan alasan penutupan pintu itu ke politisi-politisi yang ada di Komisi I itu, dan jawaban yang mereka dapat adalah, kalau pintunya dibuka ac (air conditioner)-nya kurang terasa. [nda]
Baca juga:
Serapan Anggaran Pemko Siantar Rendah, Apa Dampaknya Bagi Masyarakat?
Karang Anyer kian Sepi; Antara Bilik Esek-esek dan Prostitusi




















