Siantar — Proyek perbaikan sejumlah drainase kota Siantar yang dikerjakan secara bersamaan sejak beberapa hari yang lalu telah menimbulkan sejumlah persoalan. Selain macet, penutupan jalan, dan rawan kecelakaan, proyek “kejar tayang” ini juga membuat aliran air ke beberapa rumah sudah terputus beberapa hari.
Putusnya aliran air ini dialami warga Jalan Sangnaualuh dekat kampus Universitas HKBP Nomensen. Penggalian drainase yang telah menyebabkan instalasi pipa bocor dan patah, membuat air PAM sudah tiga hari tak mengalir lagi ke beberapa rumah.
“Maaf kata, kalau tersesak buang air awak, kadang larilah awak ke galon (SPBU, red),” ujar seorang warga.
Seorang warga lain juga menyesalkan main terabas pada pengerjaan proyek yang menurutnya bisa dikerjakan dalam beberapa sesi ini.
“Ini kan langsung digali semua. Katanya karna mau ngejar tanggal 26 harus selesai dibangun ini semua. Inilah jadinya, udah berapa hari, keluar-masuk rumah pun susah. Orang yang di belakang sana mati airnya, ada tiga pintu itu, kasihan kita melihat. Awalnya kemarin katanya mau dibagusin, tapi sekarang kalau ditanya, gak open. Jadi kayak di kampung-kampung waktu zaman dulu ini,” ungkapnya. [nda]
Baca juga:
Proyek “Kejar Tayang” ala Kepemimpinan Hefriansyah: Tutup Jalan hingga Pipa Air Terputus
Banyak Jalan Berlubang, Walikota dan Jajarannya Diminta Hati-hati
Di Kawasan Orang Dewasa Banyak Poster Larangan Merokok, di Hadapan Sekolah Dasar Ada Ikan Rokok




















