isiantar.com – Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin meminta seluruh pengawas Pemilu di daerah untuk tidak tebang pilih dalam menjalankan tugas pengawasan dan menegakan keadilan. Pengawas Pemilu harus tegas dan jangan takut dicibir jika yang dilakukan ialah kebenaran.
“Tegas, netral, profesional serta menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa ada keraguan jika hal tersebut benar yang harus dimiliki dan dijunjung pengawas Pemilu Ketegasan kita sebagai pengawas Pemilu jangan sampai keluar dari koridor aturan yang ada,” tegas Afif dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tahapan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil, dan Walikota/Wakil Walikota Tahun 2018 serta Pemilihan Umum DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, di Kota Bandar Lampung, Rabu (28/3/2018).
Afif juga mengungkapkan pihaknya semaksimal mungkin terus menjalin kerjasama dengan semua pihak untuk menopang tugas-tugas dalam mewujudkan Pilkada dan Pemilu yang demokratis.
“Tentunya kita ajak semua pihak terlibat dalam pesta demokrasi ini. Bawaslu juga terus menyerukan kepada masyarakat secara luas untuk memberikan partisipasinya dalam pengawasan partisipatif,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DKPP Harjono mengatakan kualitas Pemilu yang jujur dan adil hadir dari penyelenggara yang netral. Penyelenggara Pemilu, sambung dia, harus menjalankan tugasnya dengan baik jangan sampai melanggar janji yang telah diucapkan.
“Penyelenggara Pemilu harus menjaga profesionalitasnya. Kita dipercaya tidak lain hanya untuk menuntaskan Pilkada dan Pemilu berjalan sukses,” kata Harjono.
Rakornas pengawasan ini juga dihadiri Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Fandi Utomo, Ketua Bawaslu RI, Abhan, Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo, Fritz Edward Siregar, dan Rahmat Bagja. Rakornas pengawasan ini melibatkan Anggota Bawaslu Provinsi seluruh Indonesia sebagai peserta. (**)
Sumber: Bawaslu.go.id




















