isiantar.com — Hengkangnya pusat perbelanjaan Hypermart dari Kota Siantar merupakan bukti iklim investasi di kota ini tidak baik. Dan itu disebabkan tata kelola pemerintahan yang juga tidak dijalankan dengan baik.
“Hypermart hengkang dari sini, bayangkanlah, betapa ruginya kota Siantar,” ungkap Frans Herbert Siahaan, Anggota Komisi II DPRD Siantar, Senin (14/5/2019).
Hal itu diungkapkan Frans dalam rapat kerja Pembahasan Ranperda Pelaksanaan APBD TA 2018 antara Komisi II dengan Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), di Gedung DPRD.
Sebelumnya, di rapat tersebut, ketika diminta memberikan data-data investor yang menanamkan modalnya di kota ini, Kepala DPMPTSP, Agus Salam, justru mengeluh tentang belum tuntasnya revisi Peraturan Daerah tentang RTRW oleh Bappeda, yang disebutnya membuat sejumlah investor membatalkan niat berinvestasi di kota ini.
Frans Herbert yang kembali diwawancarai wartawan seusai rapat, menjelaskan, hampir seluruh daerah bekerja keras untuk mendatangkan investor. Dan hengkangnya Hypermart dari kota ini, menjadi bukti bahwa pemko tidak mampu untuk sekedar mempertahankan investor yang telah menanamkan modalnya di kota ini.
“Kalau ada investor hengkang, berarti kota itu tidak bagus, itu saja intinya,” kata Frans mengakhiri. [nda]
Baca juga:
Tiga Kisah Tentang Hefriansyah
Ternyata Royalti Diterima Pemko Siantar dari Ramayana Cuma Seharga Sewa Ruko
Populasi Penduduk Siantar Minus; Keberhasilan KB dan Ancaman Ekonomi




















