Siantar — Distribusi air bersih di Kota Pematangsiantar kembali terganggu. Kali ini akibat pipa transmisi mata air Habonaran milik PDAM Tirta Uli pecah dihantam longsor di wilayah Panei Togah, Kamis (21/6/2026).
Humas Perumda Tirta Uli, Dorlim Pasaribu ST membenarkan kejadian tersebut. Pipa berdiameter 300 mm jenis HDPE itu patah sehingga tekanan air di sejumlah wilayah menurun.
“Sampai saat ini masih proses perbaikan sampai selesai. Lokasi tersebut akan mengalami penurunan tekanan karena pipa HDPE pecah,” ujar Dorlim saat dikonfirmasi.
Warga di 10 kelurahan diminta bersiap menghadapi gangguan aliran air selama perbaikan berlangsung. Wilayah yang terdampak meliputi Kelurahan Bantan, Tanjung Pinggir, Tanjung Tongah, Bane, Kahean, Naga Pita, Naga Tujuh, Suka Dame, Seputaran Parluasan, dan daerah sekitar lainnya.
Dorlim menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini dan memastikan petugas masih bekerja di lapangan.
“Layanan akan pulih kembali setelah pekerjaan perbaikan selesai. Mohon maaf atas gangguan ini,” ungkapnya.
PDAM Tirta Uli mengimbau pelanggan di wilayah terdampak untuk menampung air secukupnya dan menggunakan air secara bijak hingga aliran normal kembali. (PR/nda)




















