Siantar — Satu hari setelah kegiatan Reses yang dilaksanakan pada Rabu (11/12) kemarin, anggota DPRD Kota Siantar Ferry SP Sinamo langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi yang dikeluhkan oleh masyarakat di Dapil II.
Pada peninjauan Kamis pagi (12/12) ini Ferry mengajak serta sejumlah pejabat kecamatan dan kelurahan bersama-sama melihat objek-objek yang dikeluhkan warga di Dapilnya itu.
Diantara yang ditinjau yakni parit yang rusak sehingga mengakibatkan banjir, salah satu jalan yang kondisinya rusak parah, dan sebuah gang yang aksesnya sudah tertutup oleh berdirinya beberapa bangunan.
Di Gang AMD Jalan Perajin Kelurahan Pondok Sayur yang tertutup oleh bangunan rumah warga , Camat Siantar Martoba Ari Sembiring yang ikut meninjau mengatakan akan berkordinasi dengan dinas PUPR dan Bapeda.
“Kalau memang di master plannya menunjukkan di situ ada jalan, maka akan harus ada ganti rugi lahan dan bangunan. Kita akan mencari riwayat tanahnya dulu,” kata Ari.
Sementara Ferry Sinamo berpendapat gang itu harus dibuka sebagaimana sebelum bangunan-bangunan itu berdiri.
“Seandainya pun nanti dalam peta di situ tak ada jalan, tentu pemerintah mencari solusi. Setidaknya dimasukkan dalam anggaran tahun 2021 dan ini menjadi perhatian serius di Musrenbang baik tingkat kelurahan maupun kecamatan” kata Politisi PDI Perjuangan ini sembari meminta camat segera berkordinasi dengan PUPR dan Bapeda.
Salah seorang warga sependapat dengan Ferry Sinamo itu. “Ini usulan kita telah lama, susah kalau mau keluar untuk beraktifitas. Selama ini sampah kita dibuang sendiri karena truk tidak bisa. Belum lagi kalau kebakaran, jadi susah. Pokoknya banyaklah fungsinya kalau jalan ini ditembuskan” ucap warga bernama Andreas Sijabat ini.
Dari Gang AMD ini Ferry Sinamo lalu meninjau parit di jalan Letda Usmanjah bersama Lurah Pondok Sayur, Aprita Pronika Sagala.
Dari hasil amatan langsung di lokasi Ferry mengatakan kedalaman parit tersebut harus ditambah supaya mampu menampung debit air saat hujan.
“Ini dalamnya paling setengah meter. Jadi kita usulkan ditambah menjadi 1,5 meter yang panjangnya sampai 1 KM sampai ke terminal Tanjung Pinggir. Ini kalau hujan airnya meluap ke jalan karena paritnya tak mampu menampung,” kata Wakil Ketua Komisi II ini.
Di lokasi ketiga yakni di satu ruas jalan di Kelurahan Sumber Jaya, Ferry tampak kecewa dan miris dengan kerusakan jalan di lokasi tersebut.

Kelurahan Sumber Jaya.
“Masa masih ada di kota Siantar ini begini hancurnya jalan. Harus segera diperbaiki ini. Hanya saja kalau dikerjakan perbaikan jalannya, nanti masyarakat harus turut mengawasi agar pelaksanaan dapat berjalan dengan baik, dan pengawasan ini juga sebagai bentuk kepedulian,” kata Ferry kepada Lurah Sumber Jaya, Herman.
Masyarakat Sangat Antusias
Sementara sehari sebelumnya yakni saat Reses berlangsung di kediaman Ferry SP Sinamo di Kelurahan Pondok Sayur, tiga ratusan masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias menyampaikan aspirasinya.

Antusiasme itu juga disokong sikap Ferry yang memberi ruang seluas-luasnya bagi mereka untuk bertanya kepada pejabat-pejabat pemko yang hadir di kegiatan itu. Bahkan, politisi yang pernah menjadi wartawan ini ikut membantu warga dalam menyampaikan poin-poin aspirasi maupun pertanyaannya agar ebih detil dan mendalam.
Tidak hanya masyarakat biasa, Danramil 01/Siantar Utara Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Suwito juga ikut menyampaikan aspirasinya terkait kompleks Koramil yang masih sering digenangi air bila turun hujan. [nda]




















