isiantar.com – Sikap 14 orang pejabat Pemko Pematangsiantar, Sumut, yang memboikot kegiatan seleksi jabatan dengan cara meninggalkan ruangan tempat dilaksanakannya seleksi tersebut, Selasa (20/12/2016), dinilai sebagai hal yang logis dan wajar.
Penilaian itu disampaikan Sekretaris Eksekutif Simalungun Corruption Watch (SCW), Adil Saragih.
Pasalnya, hingga saat seleksi dilaksanakan, Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah yang merupakan turunan dari PP nomor 18 tahun 2016, belum terbentuk. Sehingga seleksi tersebut tidak memiliki landasan hukum pun acuan yang jelas, dan terkesan hanya modus untuk menghabiskan anggaran.
“Ya wajar mereka tidak mau mengikuti, ya karena itu tadi, Perda tentang Organisasi Pemerintah Daerah kan belum ada, jadi ke napa diadakan seleksi? Jadi wajar mereka bingung bahkan misalnya tentang jabatan apa yang mereka ambil. Atau, apakah ada sudah ini info jumlah SKPD tapi hanya diberitahukan kepada orang-orang tertentu saja? Tapi kalau begitu kan itu permainan namanya,” Kata Adil.
Ditanya apakah ada motif berbisnis jabatan di dalam kegiatan seleksi tersebut, Adil menilai kecil kemungkinan.
“Kalau bisnis jabatan ini kecil kemungkinan terjadi, kecuali yang mengincar jabatan itu pemain baru, kalau udah orang lama pasti dia gak mau terjebak dalam bisnis jabatan sama Plt. Apalagi kalau kulihat yang keluar itu adalah yang punya jam terbang tinggi. Tapi entahlah, karena yang saya tahu masih nama-nama pejabat yang keluar (meninggalkan ruangan), yang tetap tinggak di dalam mengikuti seleksi saya belum tahu,” jelasnya.
Di sisi lain, mengetahui penyebab situasi itu adalah belum adanya Perda tentang Organisasi Perangkat Daerah, SCW kata Adil berharap agar DPRD segera melakukan pembahasan Ranperda untuk itu. Sekali pun menurutnya hal itu akan sangat alot karena penuh dengan kepentingan.
Sebagaimana diketahui, dari ke 14 pejabat yang meninggalkan ruangan seleksi itu diantaranya ialah Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan HAM Midian Sianturi, Asisten III Baren Alijoyo Purba, Kepala BKPP Pariaman Silaen, Sekwan Mahadin Sitanggang, Kepala Dinas Tarukim dan Pemukiman (Kadistarukim) Lukas Barus, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Kadispenjar) Resman Panjaitan, Kadis Kebersihan Robert Samosir, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jekson Gultom, dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Tuahman Saragih.
Mereka meninggalkan ruang seleksi hanya berselang sesaat setelah Pj Walikota Anthoni Siahaan, yang membuka dengan resmi kegiatan, telah beranjak menginggalkan lokasi.
Sebelumnya, dalam pidato pembukaan kegiatan seleksi yang oleh Pemko diberi nama Job Fit tersebut, Anthony sempat menyebut nama-nama Tim Penguji. Mereka ialah, Prof. Irmawati dan Marlon Sihombing dari Universitas Sumatera Utara (USU), Purnama Dewi Daulay selaku Kepala Badan Penananam Modal (Ketua) Provinsi Sumatera Utara, dan Ferlin Naingolan selaku Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara.
(nda)

















