Siantar — Komisi III DPRD Kota Siantar melontarkan kritik terhadap Pemko atas ketimpangan dalam penyediaan fasilitas lampu penerangan jalan bagi masyarakat.
Kritik ini dilontarkan dalam rapat pembahasan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2019 dengan Dinas Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PRKP), di gedung DPRD, Kamis (22/7/2020) sore.
Yang pertama melontarkan kritik ini ialah Anggota Komisi III, Immanuel Lingga.
Lewat pertanyaan retoris, politisi PDIP yang akrab disapa Noel ini, meminta penjelasan Plt Kadis PRKP, Kurnia Lisnawati, perihal mengapa kawasan yang potensi terjadinya tindak kejahatan lebih tinggi, seperti di sekitar Parluasan dan Jalan Sisingamangaraja, lampu penerangan jalannya sangat minim. Sementara di depan pabrik rokok STTC, jumlah lampu jalan yang dipasang pemko sangat banyak.
Pertanyaan Noel ini kemudian disambung-benarkan Anggota Komisi III lainnya, Dedy Putra Manihuruk.
Lebih gamblang, Dedy menarasikan bagaimana di sepanjang Jalan Pdt Justin Sihombing sendiri (tempat pabrik STTC berada) ketimpangan perlakukan pemko itu bahkan sudah terlihat sangat jelas; sekitar tiga ratus meter panjang kawasan pabrik rokok STTC dipasangi lampu jalan yang rapat, sementara sebagian besar dari ruas jalan tersebut, yang mengarah ke Jalan Asahan, jumlah lampu jalan yang dipasang sangat minim. Padahal ruas jalan yang memiliki jembatan itu dinilai lebih rawan potensi tindak kejahatan.
“Artinya kita di sini Bu melihat ada kesenjangan antara masyarakat dan perusahaan, sementara saya kira STTC juga harusnya punya CSR untuk (membangun sendiri) lampu penerangan jalan di daerah itu. Ngapain pula kita Pemko yang mengadakan itu, kira-kira seperti itu, Bu,” kata Dedy.
“Kenapa STTC ini terang benderang sementara tetangganya gelap gulita. Coba nanti ya, kalau ibu ada waktu jalan-jalan ke daerah sana, liat aja Bu, itu mencolok sekali,” tambahnya.

Keluhan masyarakat atas kurangnya perhatian pemko terkait kebutuhan lampu jalan ternyata sudah sering diterima DPRD ketika melakukan reses. Hal ini yang juga kemudian diungkap Ketua Komisi III Denny Siahaan, yang memimpin rapat tersebut.
Menyambung kritik yang disampaikan Noel dan Dedy sebelumnya, Denny juga meminta Kurnia mengkoreksi kembali ketimpangan pemasangan lampu jalan yang sudah terjadi di kota ini.
“Jangan biarkan rakyat menangis melihat lampu jalan yang berlebihan di depan STTC, sementara di daerah jembatan di bawah STTC itu tindak kejahatan mungkin lebih banyak di situ daripada di depan STTC.
Karena di depan STTC kan ada security, itu dia Bu, jangan kita pertontonkan hal yang kurang baik di masyarakat,” ujar Denny. [nda]




















