Siantar — Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah, diminta memberi penjelasan publik terkait rendahnya serapan anggaran pada pos Belanja Langsung untuk tahun anggaran 2019. Pasalnya hingga per tanggal 31 Oktober serapan anggaran untuk pos ini tercatat pada angka yang sangat rendah, yakni cuma 29 persen.
“Koq tinggal mengerjakan program aja tidak mampu mereka (pemko), anggaran sudah ada, petunjuk pelaksanaannya sudah ada, hanya tinggal mengerjakan, ada apa dibalik ini?” Ungkap Ferry SP Sinamo, salah seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siantar, Jumat (8/11) siang.
Berdasarkan konfirmasi yang ia lakukan ke pejabat Bagian Anggaran di Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), kata Ferry, ia mendapat penjelasan bahwa serapan anggaran terendah terjadi di dinas Pekerjaan Umum (PU). Di dinas ini, hingga per tanggal 7 November, serapan anggarannya cuma 6,9 persen.
“Padahal tahun 2019 tinggal sekitar lima puluh hari lagi, tapi serapan anggaran cuma 6,9 persen, ini kan sangat memprihatikan bagi masyarakat,” ujarnya. “Semalam saya juga sudah telepon Sekda (Kusdianto), dia mengakui seperti itu kondisinya, ‘ya itulah yang terjadi, itulah yang kita kejar’ kata Sekda. Ada apa sebenarnya dibalik ini, koq kesannya persoalan yang serius ini cuma dianggap hal biasa?” Imbuhnya.
Lebih lanjut Ferry kemudian meminta Hefriansyah selaku walikota agar segera memberi penjelasan secara langsung ke publik tentang persoalan ini.
“Ini akan berpengaruh terhadap anggaran 2020. Yang tahun ini saja tidak bisa (dikerjakan maksimal) apalagi nanti ditambah anggaran tahun 2020. Makanya Hefriansyah harus memberi penjelasan secara langsung untuk ini,” ujarnya mengakhiri. [nda]
Baca juga:




















