Siantar — Niat Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, untuk melanjutkan kembali proyek jalan lingkar luar atau outer ring road, menemui halangan baru. Halangan itu berada di luar domain atau kuasa Pemko Siantar, yakni berdirinya Badan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Arri Sembiring, mengatakan, Pemko sebenarnya telah menganggarkan Rp 12 miliar untuk pelepasan lahan PTPN yang akan digunakan untuk jalur ring road tersebut, dari BUMN.
Namun, hasil komunikasi terakhir pihaknya dengan Kementerian BUMN, Kementerian BUMN mengatakan bahwa saat ini seluruh proses penghapus-bukuan aset BUMN ditunda untuk sementara, karena sekarang seluruh aset BUMN telah menjadi bagian dari Danantara.
“Tahun ini kita sudah komunikasikan dengan PTPN, ‘ini di-hold (tunda) dulu sementara’, di-hold dulu karena Danantara. Karena aset-aset dari PTPN itu (sekarang sudah menjadi) bagian dari Danantara, jadi di-hold untuk penghapusan asetnya,” kata Arri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD Siantar, Jumat (18/7/2025).
Kemudian kata Arri, untuk saat ini Pemko belum memutuskan apakah anggaran Rp 12 miliar itu akan disimpan hingga penghapus-bukuan itu dapat dilakukan, atau akan dialihkan untuk kebutuhan lain yang juga menurutnya mendesak, seperti pembelian lahan untuk pembangunan kantor-kantor lurah.
Merespons pemaparan Arri tersebut, Anggota Komisi II DPRD Siantar, Alfonso Sinaga, yang mengangkat persoalan ini dan tampak greget ingin ring road segera dibangun, meminta Pemko melalui Arri untuk segera mendesain dan membangun ring road di atas lahan-lahan yang saat ini statusnya sudah dibayarkan oleh Pemko.
Hal itu kata Alfonso sudah sepatutnya dilakukan karena kemacetan di Simpang 2 sudah sangat parah.
“Balige (Kabupaten Toba yang kemacetannya tidak parah) ring road-nya sudah selesai, Siborong-borong ring road-nya sudah selesai, sekarang kita di kota ini kepadatan kendaraan yang sudah sangat menumpuk, sudah empat kali ganti walikota, tidak kunjung jadi dibangun,” ketus Alfonso. (nda)




















