isiantar.com – Sebuah pemandangan tak lazim terlihat di lingkungan Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Kamis sore (28/9/2017). Sebuah logo Pemko Siantar tampak menempel di dinding depan sebelah bawah gedung tersebut, yang sebagian tertutupi oleh tanaman hias.
Dilihat dari jarak dekat, ternyata logo itu tercetak pada sebuah plang proyek yang plang proyek itu diletakkan di tanah dengan posisi terselip diantara tanaman hias dengan dinding depan gedung sebelah kanan.
Desain gedung BPKD yang pintu masuknya agak menjorok ke depan, dan dengan posisi gerbang masuk kompleks balai kota yang berada di sisi kiri, membuat sisi taman kecil kantor tersebut itu agak tersembunyi dari penglihatan. Terkecuali bagi pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di sisi tembok yang menjadi pembatas dengan gedung Bank Sumut.
Pada plang proyek itu tertera nama pengerjaan, yakni, Rehab Atap Gedung Badan Pengelola Keuangan Daerah, dengan jumlah dana sebesar Rp 370.835.000 dari APBD, dengan nama perusahaan CV. Sahat. Saat itu, di lokasi itu tampak juga tiang-tiang peranca dan beberapa pria yang sedang memanjat sambil mengelupas cat pada dinding depan gedung itu.

Adiaksa Purba selaku Kepala BPKD yang hendak dikonfirmasi soal posisi plang proyek itu, sekitar Pukul 16.15 WIB, tidak berhasil ditemui. Menurut pegawai yang berjaga di depan ruang kerjanya, Adiaksa sedang berada di luar kota.
Hingga sekitar 30 menit kemudian, tiba-tiba Adiaksa datang dengan mengendarai mobil dinas yang diparkirkannya di depan gedung tersebut.

Dikonfrontir soal posisi plang proyek tersebut, yang sesuai aturan seharusnya terpampang jelas untuk bisa dilihat publik, Adiaksa yang sambil berjalan ke arah pintu masuk gedung sempat milirik ke arah plang yang tertutup tanaman tersebut. Namun menurutnya, hal itu bukanlah domainnya.
“Bukan urusan kita itu. Urusan dia itu, urusan dia,” jawab Adiaksa yang terus berjalan sambil menunjuk-nunjuk ke arah parkiran dimana saat itu terlihat beberapa pria dewasa sedang berdiri. [nda]




















