Siantar — Setelah memberi bantuan sosial tunai (BST) kepada pedagang Pasar Horas pada awal September kemarin, Pemko Siantar juga berencana memberi bantuan serupa kepada pekerja cafe dan warkop yang terdampak pandemi Covid.
Rencana ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Lukas Barus, Jumat (1/10/2021) siang.
Menurut Lukas, bukan hanya pekerja cafe yang akan diberi bantuan, tapi juga para pekerja bengkel.
“Ada rencana mau diberikan bantuan kepada orang-orang yang terdampak Covid kaitannya dengan pekerja bengkel dan cafe,” kata Lukas membenarkan.
Anehnya ditanya lebih detil tentang kapan dan berapa besaran bantuan yang akan diberikan tersebut, Lukas menolak menjawab. Malah sebaliknya, ia berkali-kali menekankan bahwa yang dia sampaikan itu hanyalah sebuah rencana, dengan memberikan penekanan pada kata ‘rencana’.
“Belum pasti,” imbuhnya.
Sebelum adanya konfirmasi dari Lukas ini, informasi rencana pemberian bantuan ke pekerja cafe dan warkop sudah pernah dilontarkan Kepala Dinas Sosial Pariaman Silaen di hadapan Komisi I DPRD Siantar, saat rapat pembahasan Perubahan APBD 2021, pada Rabu 22 September lalu.
Pardamean mengatakan, posisi mereka pada pemberian bantuan ini nantinya adalah melakukan validasi data untuk memastikan tidak terjadi tumpang-tindih penerima bantuan Covid.
Komisi I sendiri mendukung rencana tersebut, dengan menekankan agar yang menerima bantuan nantinya adalah benar-benar pekerja cafe dan warkop yang terdampak pandemi Covid.
Saran Komisi I Agar Daftar Penerima BST Diganti Didukung Masyarakat
Sementara mengenai saran Komisi I DPRD Siantar agar penerima BST Tahap II diganti, mendapat dukungan besar dari masyarakat.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat rapat dengan Dinas Sosial tersebut Komisi I meminta penerima BST Tahap II nantinya adalah masyarakat yang belum menerima BST Tahap I.
Hal itu menurut Komisi I guna memenuhi asas keadilan; supaya bantuan terbagi merata — disebalik masih adanya kecurigaan atas validitas penerima bantuan pada Tahap I kemarin.
Permintaan Komisi I ini ternyata mendapat dukungan masyarakat yang dapat dilihat dari komentar-komentar mereka atas harapan Komisi I tersebut
Salah satu akun misalnya, mengaku sedih melihat penyerahan bantuan Tahap I dimana penerimanya ada keluarga yang berkecukupan, sementara yang benar-benar miskin tidak menerima.
Berikut beberapa tangkapan layar komentar-komentar masyarakat tersebut:
[nda]
Baca Juga:























