Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Rehabilitasi Mangrove Dimulai dari Masyarakat: Dialog di Sumatera Utara Perkuat Strategi Komunikasi untuk Ketahanan Wilayah Pesisir

by Redaksi
17/07/2026
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumatera Utara – Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan sekadar pepohonan di garis pantai. Ia adalah benteng alami pelindung daratan dan desa pesisir dari abrasi dan erosi akibat gempuran ombak serta arus laut. Akar-akarnya yang rapat berfungsi menahan sedimen dan meredam energi gelombang sebelum menghantam daratan, rumah bagi ikan, udang, dan kepiting yang menopang mata pencaharian, serta penyerap karbon yang vital dalam menghadapi perubahan iklim.

Memahami hal tersebut, Yayasan SPEAK Indonesia bersama Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Sumatera Utara dari Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan, baru-baru ini melaksanakan rangkaian scoping research (riset pemetaan awal). Kegiatan ini melibatkan dialog langsung dengan masyarakat pesisir, akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk menyusun Strategi Komunikasi Rehabilitasi Mangrove untuk Resiliensi Wilayah Pesisir yang adaptif, partisipatif, dan inklusif.

Tantangan dan Pendekatan Holistik

Diskusi strategis diawali bersama Manager PPIU Sumatera Utara, Aditya Wahyu Putra, untuk memetakan tantangan di lapangan. Ia menyoroti tingginya laju alih fungsi lahan yang membuat ekosistem mangrove semakin rentan terhadap degradasi.

“Alih fungsi kawasan mangrove di Sumatera Utara sudah berlangsung cukup masif. Karena itu, proses rehabilitasi tidak bisa hanya mengandalkan penanaman, tetapi membutuhkan berbagai pendekatan yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak agar kawasan mangrove dapat dipulihkan secara bertahap,” ujar Aditya Wahyu Putra.

Suara Dari Garda Terdepan: Pengalaman dan Harapan

Riset ini turun langsung ke Desa Pasar Rawa, Kabupaten Langkat, untuk mendengar suara para pelaku konservasi di tingkat akar rumput. Di sini, tim berdialog dengan dua tokoh kunci yang mewakili kekayaan pengalaman dan semangat generasi penerus.

Kasto Wahyudi, Ketua Kelompok Tani Penghijauan Maju Bersama, mewakili masyarakat yang telah lama berkecimpung dan berpengalaman dalam menjaga ekosistem desa. Ia menegaskan bahwa bagi warga Desa Pasar Rawa, rehabilitasi mangrove bukan sekadar kegiatan konservasi teoretis. Mangrove yang sehat adalah pelindung nyata tambak dari abrasi dan penopang utama kualitas ekosistem pesisir yang menjamin keberlanjutan hasil tangkapan ikan, udang, dan kepiting sebagai sumber penghidupan sehari-hari.

Semangat yang sama juga digaungkan oleh generasi muda. Silfia Citra Pohan, Ketua Kelompok Tani Rezeki, yang bersama kelompoknya telah menanam sekitar 7.200 bibit mangrove, hadir sebagai representasi kuat peran pemuda pesisir.

“Ayo kita lestarikan mangrove. Selain mencegah abrasi, mangrove juga menjadi rumah bagi ikan, udang, kepiting, dan berbagai satwa lainnya. Mangrove juga menghasilkan oksigen serta membantu mengurangi dampak pemanasan global. Menjaga mangrove berarti menjaga masa depan kita bersama,” seru Silfia.

Kolaborasi Multipihak sebagai Kunci Keberlanjutan

Selain suara masyarakat, riset ini juga memperkaya perspektif melalui diskusi dengan Dr. Oding Affandi, S.Hut., M.P. dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU), yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based approach) dalam pengelolaan dan komunikasi rehabilitasi.

Tim juga berdiskusi dengan Abdur Rohim, Community Development Officer (CDO) PT Pertamina Hulu Rokan Zona I – Pangkalan Susu Field, untuk menggali praktik baik sektor swasta dalam mendukung rehabilitasi mangrove melalui pemberdayaan masyarakat dan kolaborasi multipihak.

Fokus pada Output, Outcome, dan Impact Sustainability

Rangkaian scoping research ini dirancang dengan kerangka yang berfokus pada rantai dampak (impact chain) untuk menjamin keberlanjutan strategi komunikasi:

1. Output (Luaran Langsung):

Terpetakannya persepsi masyarakat dan pemangku kepentingan, teridentifikasinya pesan serta saluran media komunikasi yang paling relevan dan efektif, serta terdaftarnya aktor-aktor kunci (termasuk tokoh masyarakat berpengalaman seperti Kasto dan pemudi seperti Silfia) yang memiliki pengaruh dalam mendorong perubahan perilaku.

2. Outcome (Hasil Jangka Menengah):

Tersusunnya dokumen Strategi Komunikasi Rehabilitasi Mangrove yang tidak lagi bersifat top-down, melainkan adaptif terhadap karakteristik lokal, partisipatif, dan inklusif. Strategi ini akan menjadi panduan operasional bagi pemerintah dan mitra dalam menyampaikan pesan konservasi yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan ekologis masyarakat.

3. Impact & Sustainability (Dampak dan Keberlanjutan Jangka Panjang):

Terjadinya pergeseran paradigma dan perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Dari yang awalnya melihat mangrove hanya sebagai “pepohonan di pantai”, menjadi kesadaran kolektif bahwa “menjaga mangrove = melindungi sumber penghidupan dan ketahanan iklim”. Dampak akhirnya adalah terciptanya kolaborasi multipihak yang kokoh, di mana masyarakat, pemerintah, akademisi, dan swasta memiliki rasa memiliki (sense of belonging) untuk menjaga ekosistem pesisir demi generasi mendatang.

Melalui strategi komunikasi yang efektif dan tepat sasaran ini, Program M4CR optimis bahwa rehabilitasi mangrove di Sumatera Utara tidak hanya akan mengembalikan hijau-nya garis pantai, tetapi juga membangun ketahanan sosial-ekologi yang berkelanjutan.

Tentang Mangroves for Coastal Resilience

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan untuk mengatasi degradasi ekosistem mangrove di Indonesia melalui rehabilitasi skala besar yang berfokus pada pendekatan berbasis komunitas dan keberlanjutan lingkungan. Pelaksanaan rehabilitasi mangrove M4CR berlangsung di 4 provinsi prioritas yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan utara dengan target luasan 41.000 hektar hingga tahun 2027.

M4CR dikelola oleh Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), bersama dengan dukungan dari Kementerian/Lembaga (K/L) terkait; Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan pemerintah daerah, serta didanai melalui kerja sama dengan World Bank. Mengusung kampanye “Mangrove untuk Masa Depan”, M4CR tidak hanya memulihkan ekosistem pesisir, tetapi juga memperkuat perlindungan masyarakat dari dampak perubahan iklim serta mendorong ekonomi lokal berbasis mangrove yang berkelanjutan. (*)

Tags: Pelestarian LingkunganYayasan SPEAK Indonesia
ShareTweetPin

Related Posts

Gerakan 2.000 Pohon GAMKI Dimulai dari Siantar Timur

by Redaksi
04/08/2026
0

...

Kolaborasi Tanam Serentak Warnai Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Sumut

by Redaksi
27/07/2026
0

...

Pemko Siantar Peringati Hari Bumi dengan Aksi Bersih Sungai

by Redaksi
27/04/2026
0

...

DLH Siantar Serahkan Kontrak Kerja kepada 66 Petugas Lapangan Kebersihan

by Redaksi
24/04/2026
0

...

Kelurahan Bah Sorma Masuk Nominasi Tahap Evaluasi Lomba LBS Tingkat Provinsi

by Redaksi
07/11/2025
0

...

Antara TPL, Masyarakat Toba yang terluka dalam perspektif Maqashid Syariah

by Redaksi
31/10/2025
0

...

Seorang karyawan tampak baru keluar dari kompleks PT Pabrik Es Siantar. (isiantar/nda)

Pabrik Es Siantar Diduga Buang Limbah Sembarangan, DPRD Minta Dedy Tunasto Bersikap

by Redaksi
21/09/2025
0

...

Ikut Lomba Mancing, Walikota Siantar Strike!

by Redaksi
16/08/2025
0

...

Debit Air Perumda Tirta Uli Menurun Akibat Kemarau

by Redaksi
10/07/2025
0

...

Tebar Benih Ikan di Dua Sungai, Pemko Siantar Imbau Warga Jaga Lingkungan

by Redaksi
21/05/2025
0

...

Terkini...

Wesly Silalahi Janjikan Beasiswa bagi Paskibraka yang Masuk Universitas Indonesia

16/08/2026

Walikota Berharap Seluruh Wartawan Terus Junjung Kode Etik

16/08/2026
Beberapa makam di TPU Bahagia, Kampung Kristen sudah berada di badan trotoar jalan. (isiantar/nda).

Siantar Pernah Habiskan Rp 5 Miliar untuk Beli Lahan Pemakaman, Habis Itu Tak Digubris

15/08/2026

Pengurus DPD KNPI Pematangsiantar 2026-2029 Resmi Dilantik

13/08/2026

Pelakor Makin Marak di Siantar, Begini Tanggapan Pemko

12/08/2026

Kontrak 30 Tahun Pengelolaan Taman Hewan Siantar Berakhir

08/08/2026

Manajerial Pemko Siantar: Puluhan Tahun Agendakan Nambah Lahan 573 Hektar, yang Terjadi Malah Hilang 405 Hektar

07/08/2026
Tampak keberadaan para pedagang di atas trotoar Jalan Jendral Sudirman. Trotoar yang luas yang dulunya dibangun untuk menegaskan estetika dan tempat jogging bagi masyarakat Siantar, meski fungsi utamanya adalah untuk pejalan kaki. (isiantar/nda)

Citra Siantar akan Berubah, Pedagang di Trotoar Pusat Kota akan Dilegalkan

06/08/2026

Gerakan 2.000 Pohon GAMKI Dimulai dari Siantar Timur

04/08/2026

Pecat Tiga Relawan Perempuan, Kepala SPPG Siantar Marihat Minta Maaf ke Wartawan

03/08/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In