Siantar — Seorang warga, Bun Lenny (34), mendatangi gedung DPRD Siantar pada Selasa siang 23 November 2021, untuk mengadukan tindakan tetangga ibunya yang beralamat di Jalan Sutomo, yang mendirikan bangunan hingga menutup gang kebakaran.
Kedatangan Lenny ke DPRD ini bukanlah tindakan yang ujuk-ujuk. Sebab sebelumnya, dia telah melaporkan “perampasan” gang kebakaran tersebut ke tujuh instansi di lingkungan Pemko Siantar, diantaranya ke Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Dinas PUPR, PMPTSP (Dinas Perizinan), Satpol PP, Sekda dan Walikota.
“Tanggal 17 Oktober lalu saya sudah menyurati tujuh instansi Pemko, tapi saya hanya disuruh menunggu aja,” kata Lenny menyampaikan respons yang dia terima dari ketujuh instansi tersebut, dimana respons itu tidak disertai penjelasan perihal apa yang harus dia tunggu.
“Saya maunya ada kejelasan menunggunya sampai kapan. Kalau pun pembongkaran tidak bisa dilakukan tahun ini, harus tahun depan karena tidak ada anggaran, tidak apa-apa, tapi kan keputusan resminya (harusnya) kita tahu,” lanjut Lenny.
Sebab itu, Lenny siang itu memutuskan mendatangi gedung DPRD dengan harapan mengadukannya langsung kepada wakil rakyat. Tapi karena tak ada wakil rakyat yang terlihat siang itu, Lenny hanya memasukkan surat pengaduannya ke Sekretariat DPRD yang ditujukan langsung kepada Ketua DPRD Siantar, Timbul Lingga.
“Selain ibu saya yang sudah tua, saya juga kan punya tiga anak kecil yang tinggal di situ. Kalau nanti terjadi kebakaran gimana?” Ucap Lenny sambil menangis.
Usai memasukkan suratnya, sejumlah wartawan meminta Lenny menunjukkan langsung lokasi gang kebakaran yang didirikan bangunan tersebut. Dan di lokasi, terlihat jelas di lahan gang kebakaran yang disebut Lenny itu sudah berdiri bangunan mewah empat lantai yang disebut-sebut milik seorang pengusaha warung kopi.
Persis di gang kebakaran yang sudah ditutup itu terlihat terpasang meteran listrik, alat-alat memasak, sejumlah tabung gas, dan perabotan lain. [nda]
Baca juga:
Banyak Bangunan Langgar IMB: Kecil Digusur Besar Ditegur
Dua Bulan Pasca Klaim akan Tegur Pelanggar IMB, Musa Silalahi: Tunggu, masih banyak kerjaan
Dugaan Korupsi Toilet Taman Bunga, Reinward: Ada benarnya kalau kita berpikiran jelek
Tak Cuma Tercampak dari Kota Toleran Siantar Juga Melorot jadi Kota Rendah
Kebakaran di Jalan Thamrin: Tetangga Gak Mau Buka Pintu, Gang Kebakaran Terkunci























