Home Hukum Dugaan KKN Toilet Taman Bunga, Reinward: Ada benarnya kalau kita berpikiran jelek

Dugaan KKN Toilet Taman Bunga, Reinward: Ada benarnya kalau kita berpikiran jelek

SHARE
Kepala Dinas PRKP, Reinward Simanjuntak. (isiantar/nda).

isiantar.com – Polemik tentang pengelolaan kamar mandi atau toilet di Taman Bunga, Kota Siantar, terus menggelinding.

Polemik bermula dari fakta bahwa toilet yang bangunan dan lahannya milik pemko tersebut, ternyata dikelola oknum sipil tanpa melalui proses penunjukkan resmi, dan uang yang dikutip dari orang yang masuk ke toilet tersebut juga tak sepeser pun masuk ke kas pemko.

Hal itu memunculkan dugaan masyarakat adanya unsur Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) antara Reinward Simanjuntak selaku Kepala Dinas PRKP dengan oknum sipil pengelola toilet tersebut.

“Boleh jadi seperti itu, ada juga benarnya kalau kita berpikiran jelek,” balas Reinward saat dikonfrontir soal dugaan KKN ini, Sabtu sore (1/9/2018), di salah satu warung kopi di kawasan Simpang Empat.

Reinward melanjutkan, “Sekarang ada gak ditampung (anggaran pengelolaannya) di APBD? Kalau gak ada orang (oknum sipil) itu, siapa yang mengurus kamar mandi itu? Cek di APBD ada gak, ada gak biayanya di situ?” Ungkapnya, sebagai salah satu alasan ia membiarkan oknum sipil tersebut menjadi pengelola toilet tersebut.

“Sekarang begini, untuk mengurus (toilet) itu saya harus angkat dua orang (pegawai), mungkin akan keluar lagi uang pemerintah 20-30 juta setahun, belum lagi listrik, belum lagi airnya,” bebernya lagi.

(Baca juga: Mengapa Lapangan Merdeka Disebut Taman Bunga)

Ditanya bagaimana kronologi hingga oknum sipil tersebut bisa menjadi pengelola, Reinward menuturkan, di saat toilet tersebut selesai dibangun dan diserahkan PT Inalum kepada pemko di tahun 2017 lalu, saat itu di APBD sama sekali belum tertampung biaya untuk pengelolaan toilet tersebut.

Lalu kemudian, datanglah seseorang bermarga Siahaan menemuinya meminta diizinkan mengelola toilet tersebut, dimana marga Siahaan itu mengatakan akan membangun sumur bor untuk menyediakan air ke toilet itu.

“Sehingga dari pada masyarakat itu apa (tak ada toilet), ‘jadi biarlah aku yang bangun sumur bor sementara’. ‘Oh, bikinlah’, gitu,” beber Reinward tentang dialognya dengan yang bermarga Siahaan itu, ketika itu.

Tampak instalasi sumur bor yang dipasang oknum warga ke Kamar Mandi Taman Bunga yang merupakan lahan dan bangunan milik pemko.

Meski begitu, kemudian, Reinward juga tidak menampik adanya unsur kelalaian pihaknya atas kondisi itu. “Jadi yang sebetulnya, kita yang lalai, harusnya kita tampung di (APBD) 2018, adoh,” ungkapnya lagi. [nda]