Home Peristiwa Sudah Dilarang Sejak 10 Tahun Lalu, tapi Dishub Siantar Tetap Pasang Marka...

Sudah Dilarang Sejak 10 Tahun Lalu, tapi Dishub Siantar Tetap Pasang Marka Belok Kiri Jalan Terus

SHARE
Marka Belok Kiri Jalan Terus di persimpangan Jl Ahmad Yani, Sabtu (10/8/2019). (isiantar/nda).

Siantar — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Siantar, Sumatera Utara, tampak tak mengindahkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. UU itu sudah melarang pengemudi untuk langsung belok kiri pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas. Namun baru-baru ini, Dishub malah kembali mencetak marka “Belok Kiri Jalan Terus” dan memasangnya di sejumlah persimpangan jalan.

Memang, regulasi yang memperbolehkan pengemudi untuk belok kiri langsung pernah ada yakni Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 1993. Pasal 59 Ayat 3 PP tersebut berbunyi, ” Pengemudi dapat langsung belok kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri“. Dan sebagai implementasi dari PP tersebut, Dishub di setiap kota memproduksi banyak marka “Belok Kiri Jalan Terus” untuk dipasang di sejumlah persimpangan.

Namun dengan terbitnya UU Nomor 22  Tahun 2009, belok kiri langsung tidak diperbolehkan lagi. Persisnya hal tersebut dinyatakan pada Pasal 122 Ayat 3: “Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas“.

Definisi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, UU No 22 Tahun 2009.

Bahkan bagi yang melanggar aturan ini bisa dikenakan denda tilang Rp 250 ribu atau maksimal Rp 500 ribu.

Orientasi Proyek?

Kadishub Kota Siantar, Esron Sinaga. (isiantar/nda).

Sejumlah pihak menyakini Kadishub Kota Siantar, Esron Sinaga, memahami UU Nomor 22 Tahun 2009 tersebut. Apalagi mengingat usia UU tersebut bahkan sudah 10 tahun semenjak ditetapkan dan disahkan. Lalu, mengapa Dishub masih saja terus mencetak marka Belok Kiri Jalan Terus?

“Ya bisa jadi karena proyek lah. Itu kan (proyek pembuatan marka) nampaknya aja sepele, bagi yang gak tau, tapi kalau kita yang ngerjakan itu, itu lumayan besar juga untungnya kalau diukur dengan beban kerjanya,” ujar seorang narasumber yang berprofesi sebagai pemborong, Minggu pagi (11/8/2019). [nda]


Baca juga:

Meski Sudah Dikunjungi Jokowi, Parapat Masih Kalah sama PAS Timuran

2019, Budaya Memaku Pohon Masih Ada di Siantar

Soal Uji KIR Tak Kunjung Rampung, Moslen dan Limin Layak Dievaluasi