Siantar — Beberapa hari setelah terbitnya berita tentang pemecatan tiga orang relawan perempuan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siantar Marihat — yang dipecat tanpa alasan dan tidak sesuai prosedur — Kepala SPPG tersebut, Immanuel Aritonang, menyampaikan permintaan maaf.
Menghubungi jurnalis isiantar.com lewat telepon pada Sabtu 1 Agustus 2026, Immanuel mengakui jika pemecatan itu merupakan tindakan yang salah yang telah dia lakukan, oleh karenanya dia meminta maaf.
Saat diluruskan bahwa permintaan maaf seharusnya bukan ditujukan kepada wartawan, melainkan kepada masyarakat sebagai pendana program MBG dan juga kepada orang-orang yang yang dipecat, Immanuel tidak merespons ke poin itu.
Immanuel membalas dengan menceritakan tentang kehidupannya yang menjadi tidak tenang setelah munculnya pemberitaan itu. Juga keluarganya. Bahkan keluarganya lah yang menyarankannya untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf.
Di sela permintaan maaf itu, ia sempat melontarkan tudingan seolah tiga relawan yang dipecat itu adalah relawan yang sering absen. Namun bagaimanapun — akunya seolah penuh tanggung-tanggung — pemecatan itu merupakan kesalahannya karena tidak didahului dengan pemberian Surat Peringatan (SP).
Sementara hasil penelusuran isiantar.com pasca telepon dari Immanuel itu, didapatkan rumor bahwa pengelola SPPG Marihat telah menghubungi tiga relawan yang dipecat itu untuk meminta mereka kembali bekerja. (nda)



















