Home Peristiwa 2019, Budaya Memaku Pohon Masih Ada di Siantar

2019, Budaya Memaku Pohon Masih Ada di Siantar

SHARE
Barisan banner yang dipaku ke batang pohon terlihat di Jalan Sang Naualuh, Senin (8/7/2019). (isiantar/nda).

isiantar.com — Sebelum masa reformasi, penampakan poster, baliho, atau alat publikasi lain yang dipajang dengan cara dipaku ke batang pohon, masih terasa lumrah bagi masyarakat Siantar. Hingga di awal tahun 2000-an, kesadaran masyarakat mulai muncul. Banyak pihak yang jika masih kedapatan memaku pohon — dengan alasan apapun — akan menjadi objek kecaman dan cibiran masyarakat.

Di awal 2000-an itu, pihak-pihak yang masih kedapatan memaku pohon umumnya adalah caleg-caleg yang memajang poster kampanye. Lantas, caleg-caleg ini pun mendapat cibiran, kecaman, bahkan dikampanyekan balik oleh kelompok masyarakat yang sadar lingkungan agar dia jangan dipilih.

Semenjak itu, perlahan-lahan, adanya paku atau material lain yang ditanamkan ke batang pohon, nyaris tak pernah ditemukan lagi.

Namun, di tahun 2019 ini, pemajangan banner, poster, atau alat publikasi lain dengan cara dipaku ke batang pohon, tampak sudah kembali marak. Hal itu bisa terlihat di sekitar pepohonan di pinggir Jalan Medan, Jalan Melanthon Siregar, dan Jalan Sang Naualuh.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kasat Pol PP Robert Samosir memastikan bila hal itu tidak diperbolehkan peraturan.

Sejumlah alat publikasi yang dipaku ke batang pohon, Senin (8/7/2019).

“Nanti akan saya perintahkan itu untuk diturunkan. Kemarin juga sudah banyak itu (alat publikasi yang dipaku ke pohon) yang kita turunkan. Itu tidak boleh,” tegas Robert. [nda]