Siantar — Rubuhnya beton gapura di Jalan Bahagia, Kampung Kristen, hingga menimpa pengendara dan menyebabkan luka parah, menimbulkan rasa geram masyarakat terhadap pemerintah. Pasalnya, meski terlihat jelas bahwa gapura itu sudah rentan rubuh, tidak terlihat ada upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari bencana yang bisa disebabkan oleh kondisi gapura tersebut.
Beberapa masyarakat bahkan ada yang mengetahui bahwa sebelum kejadian fatal pada Senin pagi tersebut, gapura itu sudah beberapa kali ditabrak truk, yakni semenjak diberlakukannya pengalihan arus lalu lintas. Namun, meski kondisi gapura sudah menunjukkan dapat rubuh kapan saja, pemerintah tidak juga mengamankan gapura tersebut.
Diminta tanggapannya perihal kekecewaan masyarakat ini, Camat Siantar Selatan, Hendri Gunawan Purba, mengatakan pihaknya sudah melakukan reaksi yang sesuai dengan domainnya.
Hendri mengatakan bahwa sehari sebelum kejadian, yakni pada Minggu pagi 29 Maret 2026, setelah menerima laporan dari Lurah Kristen dan personil Polsek bahwa plank gapura rusak dengan posisi miring menggantung akibat truk besar yang melintas, pihaknya sudah langsung melakukan peninjauan ke lokasi.
Di lokasi, setelah mengambil foto dan video dokumentasi kondisi gapura tersebut, pihaknya langsung meneruskannya kepada pimpinan melalui dinas terkait, dan memohon bantuan penanganan, karena dinas terkaitlah yang memiliki peralatan pun personil yang kapabel untuk menangani kerusakan gapura tersebut. (nda)




















