Siantar — Rasa penasaran publik tentang bagaimana bisa di atas trotoar di pusat kota Siantar secara tiba-tiba bisa mendadak ramai pedagang, atau bagaimana bisa secara tiba-tiba ada sekelompok orang yang berani berjualan di atas fasilitas umum (Fasum) tersebut, sepertinya sudah menemukan jawaban. Karena ternyata, ada sinyalemen jika dalam waktu dekat Pemko Siantar akan melegalkan para pedagang itu untuk menjalankan bisnis di atas Fasum tersebut, lewat metode melakukan kegiatan yang berjudul Pendataan Pedagang, lalu dilanjut ke Penataan Pedagang.
Pendataan Pedagang dimaksud adalah mencatat data-data para pedagang yang saat ini telah melanggar aturan dengan berjualan di atas Fasum tersebut, lalu Penataan Pedagang yaitu mengatur titik sah lapak dan jam operasional para pelanggar itu di atas Fasum tersebut untuk selanjutnya.
“Ini kan kebijakan Pak Wali (Walikota Wesly Silalahi), bagaimana supaya pedagang terlindungi dan memiliki lokasi untuk berjualan secara resmi. Sehingga tidak dikenakan biaya yang aneh-aneh oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.” Demikian alasan yang disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda), Junaedi Antonius Sitanggang SSTP M.Si, saat diwawancarai pada Rabu (5/8/2026) siang.
Ditanya, mengapa tidak sedari awal saja Pemko secara terbuka menyampaikan ke publik bahwa masyarakat bisa berjualan di atas Fasum, supaya pedagang yang masih taat hukum tidak kemudian merasa terzolimi oleh pilihannya menjadi warga negara yang baik, Junaedi melontarkan perihal garis marking atau semacam proyek percontohan.
“Enggak, kita juga perlu garis marking, perlu satu tempat yang jadi percontohan buat yang lain, kalau kita buat sekaligus bagimana nanti menatanya? Ada dulu kami buat role model-nya. Setelah kami evaluasi sebulan dua-bulan tiga-bulan, ‘oh seperti ini gambarannya’, baru ke tempat yang lain. Jangan kita secara sporadis belum ada uji coba,” jawabnya.
Adapun Fasum yang akan dijadikan role model tempat berjualan tersebut yakni trotoar sekitar Lapangan Merdeka (Taman Bunga), Trotoar dan sekitar Lapangan Adam Malik (Lapangan Simarito), dan Trotoar Jalan Perintis Kemerdekaan.
Dengan keterangan Bapak ini sepertinya wajah kota Siantar akan segera berubah? “Pak Wali punya perintah,” tandas Junaedi. (nda)




















