Siantar — Kejanggalan pengelolaan keuangan Pemko Siantar masih terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat; saban waktu gedung dan unit-unit usaha terus bertambah — hingga menelanjangi sisi lemah Pemko di aspek penataan. Tapi di waktu bersamaan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru berkurang.
Kejanggalan ini dibenarkan Anggota DPRD Kota Siantar, Ferry SP Sinamo.
“PAD Kota Siantar masih jauh di bawah target kalau menurut saya. Karena kalau kita lihat, usaha-usaha berjalannya di Siantar, usaha kuliner dan sebagainya berjalannya di Siantar. Bukan hanya jalan, tapi bertambah semua jenis usaha. Tapi kenapa PAD ini justru menurun jadi Rp 115milar,” ujar Ferry, Jumat (6/3).
Ferry juga membenarkan salah satu kontributor merosotnya PAD dan kemampuan anggaran itu adalah sikap pengelolaan anggaran yang tidak transparan terhadap publik. Padahal, teori dan sejarah berulangkali membuktikan, transparansi adalah aspek yang sangat dibutuhkan jika ingin memajukan sebuah kota.
“Belum transparansi. Nah, itu dia,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Siantar ini.
Foto-foto beberapa gedung dan unit usaha baru di Siantar:
(Foto/isiantar/nda)
Harap Susanti Tak Serupa
Selanjutnya, mengingat Pilkada Siantar telah menghasilkan pemimpin terpilih yang baru, Susanti Dewayani, Ferry pun meletakkan harapan kepada perempuan pertama yang menjadi kepala daerah di Siantar ini untuk mampu menghadirkan kemajuan Kota Siantar ke depan.
Salah satunya Ferry berharap Susanti nantinya tak lagi sekadar mengutak-atik APBD-yang-apa-adanya. Tetapi harus memiliki kepercayaan dari diri sendiri, untuk berpikir, berkreasi, dan berinovasi untuk meningkatkan APBD kota ini.
“Makanya Walikota ke depan ibu Susanti yang sudah dipilih rakyat, dia harus mampu menggali potensi-potensi apa yang harus dibuka demi meningkatkan PAD ini. Harus mampu, harus kreatiflah.
Jangan hanya memikirkan APBD yang sekarang ini lebih kurang Rp 989miliar ini. Jangan hanya di situ bercokol. Harus bisa menggali potensi-potensi di daerah ini yang bisa dikembangkan menjadi uang. Gitu, loh,” tandasnya. [nda]
Baca juga:























