Siantar — Banyaknya masalah yang menyertai perjalanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuat kegeraman publik akan program ini kian mengemuka. Kasus keracunan, korupsi, kolusi, nepotisme, cacat manajerial, dan tunggakan pembayaran ke pemasok pakan, membuat program ini tampak sebagai program dengan persoalan paling kompleks saat ini.
Tak hanya itu, jika sudi meluangkan waktu sedikit lebih banyak, ternyata banyak lagi serpih-serpih masalah dalam setiap simpul yang ada dalam program ini. Seperti indikasi ketidak-sesuaian bentuk dan ukuran dapur. Ketidak-sesuaian format wadah dan sistem pemrosesan limbah. Dan bahkan, ketidak-lengkapan sertifikat yang dibutuhkan oleh sebuah entitas untuk pantas menjadi penyedia makanan secara massal. Hampir semua SPPG disinyalir masih bersoal pada aspek yang harusnya remeh-temeh ini. Termasuk di Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Selain itu, di Siantar, baru-baru ini ada juga masalah baru yang unik nan nyelekit. SPPG di Kecamatan Siantar Marihat dikabarkan memecat tiga orang relawan perempuan tanpa satu pun alasan yang menyertainya. Tidak pernah ada surat peringatan (SP) sama sekali. Dan tak ada alasan mengapa mereka dipecat.
Beberapa sumber menduga, pemecatan tiga relawan perempuan itu dilakukan hanya demi memaksimalkan keuntungan besar si pemilik dapur SPPG. (nda)




















