Siantar — Pemko Pematangsiantar menerima penghargaan atas pencapaian Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik Subkategori Kota/Kabupaten Regional Sumatera dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penghargaan ini diterima langsung oleh
Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi, dari Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026), pada rangkaian acara Puncak Hari Indonesia Menabung dan Puncak Literasi Bulan 2026.
Prestasi ini menjadi pengakuan atas konsistensi Pemko Pematangsiantar mengukir prestasi bergengsi di tingkat nasional, yang kali ini dalam bidang menjalankan Impelementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Wesly Silalahi mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperluas akses layanan strategis literasi keuangan anak sejak dini di Kota Pematangsiantar.
“Program KEJAR merupakan salah satu upaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah melalui kepemilikan rekening oleh pelajar. Program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkenalkan layanan kepada generasi muda khususnya di Kota Pematangsiantar,” kata Wesly.
Wesly juga menyampaikan apresiasi kepada OJK atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi penyemangat bagi Pemko Pematangsiantar untuk terus menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi pelajar dan masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi kami Pemko Pematangsiantar untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan pelajar. Melalui program KEJAR, kami ingin mendorong budaya menabung sejak dini,” ujarnya.
Keberhasilan Pemko Pematangsiantar meraih penghargaan regional ini didukung data konkret yang terakumulasi. Mulai tahun 2024 total jumlah rekening 121.834 dengan total nominal Rp23.650.745.449, dan tahun 2025 total jumlah rekening 138.846 dengan total nominal Rp38.575.094.662. Kemudian semester 1 tahun 2026 berjumlah 150.073 siswa SD dan SMP telah memiliki rekening tabungan perbankan,
dengan nominal Rp26.596.042.354.
Wesly turut menyampaikan apresiasi kepada para pihak perbankan, satuan pendidikan, dan para sponsor yang memfasilitasi setoran awal pembukaan rekening bagi para siswa. Kolaborasi ini dinilai sangat membantu pelajar memulai kebiasaan finansial tanpa membebani orang tua.
“Kita ingin, menabung menjadi budaya sejak dini. Dengan begitu anak-anak belajar mengelola uang dan tidak tumbuh dengan perilaku boros yang nantinya justru membebani orang tua,” pungkasnya.
Adapun Puncak Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 menjadi momentum kolaborasi berbagai stakeholder dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.
Kegiatan ini turut diisi Leaders’ Insight yang menghadirkan sejumlah pimpinan nasional, kemudian dilanjutkan penyerahan KEJAR Award dan Financial Literacy Award.
Tampak hadir, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sumut Triyoga Laksito, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut Alexander Sinulingga SSTP MSi, Kepala BPKPD Kota Pematangsiantar Alwi Andrian Lumbangaol SSTP, Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, serta Plt Kabag Prokopim Fadlan Syarkawi SSTP.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, secara nasional tingkat literasi dan inklusi keuangan masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Meskipun telah melampaui target, tingkat literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica. (PR/nda)




















