isiantar.com – Terkait sikap perusahaan-perusahaan di kota Siantar yang mengabaikan tenaga kerja lokal, Kadisnaker Kota Siantar Poltak Manurung yang awalnya menjawab tidak mengetahui alasan yang mendasari sikap tersebut, akhirnya mengungkap soal adanya ketakutan dari manajemen perusahaan-perusahaan di kota ini akan masuknya mata-mata.
Berbeda dengan pernyataan sebelumnya dalam wawancara Perusahaan di Siantar Abaikan Tenaga Kerja Lokal, Kamis (22/2/2018) lalu, dimana Poltak mengakui adanya diskriminasi dari perusahaan-perusahaan di Siantar terhadap tenaga kerja lokal namun dia tidak mengetahui apa alasannya, ketika kembali diwawancarai sehari kemudian Poltak melontarkan rentetan kalimat yang mengarah pada adanya kemungkinan kecurigaan pihak manajemen perusahaan di kota ini akan masuknya mata-mata atau pengintai ke perusahaan mereka.
“Ada aja mungkin image dari pengusaha ini kalau nanti orang Disnaker yang masukkan, ini menjadi mata-mata. Mungkin masih begitu cara pandang mereka. Bisa jadi. Mungkin masih begitu cara pandang mereka, masih kembali kepada tahun-tahun sebelumnya,” balas Poltak.
Poltak melanjutkan, “Kalau menurut saya, saya rasa tidak. Kalau terjadipun permasalahan tenaga kerja, ya kita ikuti sesuai peraturan. Karena pekerja pun sekarang sudah bijak tidak seperti dulu lagi. Pekerja juga sudah mengetahui (peraturan, hak dan kewajiban), malahan ada pekerja ini sudah termasuk ikut mem-back–up perusahaan. Kalau dulu ada semua jadi lawan. Kan itu? Jadi apalagi yang mereka ragukan?” Ungkapnya.
Wawancara ini sendiri beranjak dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan angka penganguran di kota Siantar terus meningkat dari tahun ke tahun. Dan juga data dari P2KB Kota Siantar, yang menyebutkan jika grafik warga usia produktif yang pergi meninggalkan kota ini juga terus menaik hingga telah mengalahkan angka kelahiran.
Sejumlah pihak meminta kondisi ini untuk segera disikapi Pemko, sebab akan memberi dampak serius yang merugikan terhadap banyak aspek. [nda]




















