Siantar — Seratusan remaja laki-laki dan perempuan langsung berhamburan saat mobil Satpol PP tiba di gerbang Lapangan Adam Malik, Kota Siantar, Selasa (23/3/2021) siang. Sebelumnya, remaja-remaja ini tengah berkerumun menyaksikan perkelahian satu lawan satu yang sedang berlangsung di lapangan tersebut.
Remaja perempuan yang mengenakan piyama kuning, menjadi orang yang pertama yang tertangkap patroli ini. Remaja yang punya tato di dekat leher dan tindik di lidahnya ini, memiliki postur lebih bongsor dari dua perempuan lain yang kemudian juga berhasil ditangkap.
Selain tiga perempuan, pengejaran Satpol PP juga menangkap 13 remaja laki-laki yang sempat melarikan diri. Mereka diangkut dari sejumlah lokasi. Dari sekitar Taman Bunga, Jalan Merdeka, Jalan Diponegoro, dan dari Jalan Sutomo. Kesemua yang ditangkap mengaku ikut menonton perkelahian satu lawan satu tersebut. Namun, tak satupun yang mengaku kenal dengan siapa kedua orang yang saling adu pukul itu.
“Gak tahu kami, Pak, kami cuma nonton. Katanya salah satu dari yang berantam itu dikeroyok dia kemarin, makanya datang dia, diajaknya yang mengeroyok dia itu ‘one by one‘,” kata salah satu perempuan yang tertangkap.
Dari ketiga perempuan ini, cuma satu yang mengaku masih bersekolah. Dua lainnya mengaku sudah lulus. Yang bersekolah mengaku sedang duduk di kelas XII di SMA Swasta yang ada di Jalan Sangnawaluh.
Sementara yang laki-laki kesemuanya mengaku masih sekolah. Mulai dari yang kelas 1 SMP hingga kelas 3 SMA.
Di Kantor Satpol PP, remaja-remaja ini disuruh melakukan sejumlah hal; melafalkan isi Pancasila, Pembukaan UUD 45, Sumpah Pemuda, menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, diuji pengetahuan matematika, dan juga disuruh push-up.
Ketika melafalkan isi Pancasila dan Pembukaan UUD 45, remaja-remaja ini selalu mengalami kendala. Mereka tak hafal. Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP, Raja Nababan, dengan tegas menegur, membimbing, dan mengingatkan kembali isi dari dasar negara dan konstitusi tersebut.

Saat yang lelaki disuruh bernyanyi dan push-up, yang perempuan diberi konsekuensi membersihkan kamar mandi. Ekspresi ketiganya tampak tanpa beban. Dengan gestur rileks mereka langsung beranjak dan melakukan pembersihan.
Usai menjalankan semua konsekuensi yang dikenakan kepada mereka, remaja-remaja ini berjanji tak akan lagi mengulangi perbuatan berkerumun di Lapangan Adam Malik pun di Taman Bunga. Dan sebelum diizinkan pulang, masing-masing mereka terlebih dulu diberi satu buah masker oleh Satpol PP.

[nda]
Tonton videonya di bawah ini:
Baca juga:
DPRD Siantar Tolak Usulan Ranperda Pemberantasan Narkoba, Ada Apa?
Lagi, Dua Perempuan Muda Positif Narkoba Diciduk dari Studio Hotel




















