Siantar — Pemberi bantuan untuk mencegah penularan Covid-19 dan juga batuan bagi warga yang mengalami kesulitan akibat situasi saat ini, mendapat apresiasi yang setinggi-tingginya. Tetapi demi keselamatan nyawa bersama, pemberian bantuan itu diminta lebih mengedepankan isolasi ketimbang festivalisasi.
Festivalisasi dimaksud adalah pemberian bantuan yang difokuskan di suatu tempat sehingga orang-orang berdatangan dan akhirnya menciptakan kerumunan.
“Pemberian bantuan seperti itu berbahaya karena potensial jadi titik penularan secara massal. Sekalipun di tempat itu si pihak dermawannya mengatur jarak-jarak setiap orang. Karena kebutuhan terbesar kita saat ini kan sebenarnya supaya terhindar dari wabah itu,” ungkap Hottua Sinaga, salah seorang warga Kota Siantar, Kamis sore (9/4/2020).
Oleh karenanya dirinya sangat berharap agar pemberian bantuan oleh para dermawan yang belakangan kian marak, agar mengedepankan isolasi yaitu mendatangi langsung pihak-pihak yang akan dibantu.
“Kita sungguh-sungguh sangat menghargai dan mengapresiasi setiap dermawan pemberi bantuan, bantuan sangat dibutuhkan saat ini. Tapi kita mohon supaya caranya itu dengan cara membuat daftar penerima bantuan, lalu mendatangi mereka satu per satu. Agar tidak ada kerumunan yang bisa membahayakan,” imbuhnya.
Terakhir ia meyakinkan, bahwa meskipun prosesi pemberian bantuan itu tidak menciptakan kerumunan sehingga tak menjadi pusat perhatian, masyarakat tetap sangat mengapresiasi dan akan mengingat kebaikan para dermawan tersebut. [nda]
Baca juga:
Pencemaran Danau Toba, Henry Manik: Audit World Bank Sudah Keluar, Nunggu Apa Lagi?




















