Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Antara TPL, Masyarakat Toba yang terluka dalam perspektif Maqashid Syariah

by Redaksi
31/10/2025
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter
*Oleh: Imran Simanjuntak, MA., Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam SAMORA, dan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU)

Di bawah langit Danau Toba yang biru, tanah-tanah adat yang diwariskan turun-temurun kini berubah menjadi barisan pohon industri. PT Toba Pulp Lestari (TPL), dengan konsesi hutan tanaman industri (HTI) yang luas, menjanjikan pembangunan dan ekspor. Namun, di balik janji itu, air menjadi keruh, tanah menjadi sengketa, dan jiwa-jiwa yang menjaga alam tersisih dari sejarah.

Konflik antara TPL dan masyarakat adat Batak Toba bukan sekadar persoalan izin dan lahan. Ia adalah ujian moral, spiritual, dan hukum. Ia menguji apakah kita masih mampu melihat pembangunan sebagai amanah, bukan sekadar angka. Apakah industri sebagai solusi, atau intimidasi, diskriminasi dan eksploitasi.

PT TPL berdiri sebagai salah satu industri pulp terbesar di Sumatera Utara. Dengan konsesi HTI seluas kurang lebih 167.000 hektar, TPL menjanjikan pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan infrastruktur. Namun, di balik narasi pembangunan, tersimpan luka yang dalam; pencemaran air, konflik agraria, dan pengabaian terhadap masyarakat adat.

Berikut penulis mencoba menelusuri manfaat kehadiran TPL yang dilansir oleh TPL sendiri.

Manfaat yang Dirasakan Sebagian Warga

Berdasarkan kajian Social Impact Assessment (SIA) yang dirilis oleh TPL, beberapa manfaat yang dirasakan masyarakat sekitar antara lain:
– Akses jalan ke lahan pertanian meningkat, memungkinkan mobilitas hasil panen dengan kendaraan bermotor.
– Peluang kerja lokal di sektor operasional dan logistik perusahaan.
– Peningkatan aktivitas ekonomi di beberapa desa sekitar sektor Raja Aek, Aek Nauli, dan Habinsaran.

Bagi sebagian warga, kehadiran TPL membuka pintu penghasilan dan konektivitas. Namun, manfaat ini tidak merata dan sering kali tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Mudarat/Kerusakan yang Mengakar

Di sisi lain, laporan WALHI dan Komnas HAM menunjukkan dampak negatif yang signifikan:
– Penurunan kualitas air Danau Toba dan sungai-sungai sekitarnya, akibat konversi hutan alam menjadi HTI dan penggunaan bahan kimia.
– Hilangnya sumber mata air dan gangguan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit kulit dan gangguan pencernaan.
– Kriminalisasi warga adat yang mempertahankan tanah ulayat, serta intimidasi terhadap tokoh lokal.
– Fragmentasi sosial dan hilangnya identitas komunitas adat, yang selama ini hidup berdampingan dengan alam.

Evaluasi konsesi oleh Kementerian Kehutanan menunjukkan bahwa fragmentasi areal dan meningkatnya aktivitas non-kehutanan menjadi alasan rasionalisasi izin.

Pendekatan kajian keislaman merujuk kaidah Maqāṣid al-Sharī‘ah: Pilar Keadilan dalam Islam

Ulama klasik seperti Imam al-Ghazali dan Ibn Ashur merumuskan lima tujuan utama syariat:
1. Ḥifẓ al-Dīn (Perlindungan Agama):
Tanah adat bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang spiritual. Di sanalah doa dipanjatkan, ritual dijalankan, dan nilai diwariskan. Ketika tanah itu dirampas, agama pun kehilangan ruangnya.
2. Ḥifẓ al-Nafs (Perlindungan Jiwa):
Air yang tercemar, udara yang rusak, dan intimidasi terhadap warga adalah ancaman terhadap nyawa. Islam memerintahkan perlindungan terhadap kehidupan, bukan pengorbanan demi industri.
3. Ḥifẓ al-Māl (Perlindungan Harta):
Tanah ulayat adalah harta kolektif. Mengambilnya tanpa ridha adalah bentuk ghasab (perampasan) yang diharamkan.
4. Ḥifẓ al-‘Aql (Perlindungan Akal):
Ketika masyarakat tidak diberi ruang untuk berpikir, berdiskusi, dan menyuarakan haknya, maka akal pun dibungkam.
5. Ḥifẓ al-Nasl (Perlindungan Keturunan):
Generasi muda kehilangan warisan ekologis dan budaya. Mereka tumbuh tanpa air bersih, tanpa tanah, tanpa cerita leluhur.

Ulama Kontemporer dan Maqashid yang Diperluas

Ulama seperti Yusuf al-Qaradawi dan Jasser Auda memperluas maqashid dengan prinsip keberlanjutan, kebebasan, dan martabat manusia. Mereka menekankan bahwa:
– Lingkungan (ḥifẓ al-bi’ah) adalah bagian dari maqashid modern. Merusaknya berarti melanggar amanah Allah.
– Kebebasan (ḥifẓ al-ḥurriyyah) adalah syarat keadilan. Masyarakat harus bebas menyuarakan haknya tanpa takut dikriminalisasi.
– Martabat (ḥifẓ al-karāmah) adalah inti dari syariat. Ketika masyarakat adat diperlakukan sebagai penghalang, bukan penjaga, maka martabat mereka dilukai.

Perjuangan Ephorus: Jalan Moral yang Sejalan dengan Islam

Ketika Ephorus HKBP menyuarakan penolakan terhadap praktik industri yang merusak lingkungan dan menindas masyarakat, ia tidak hanya berbicara sebagai pemimpin gereja. Ia berbicara sebagai penjaga moralitas publik. Ia berdiri di sisi yang sama dengan maqashid syariah: membela kehidupan, harta, kebebasan, dan martabat.
Islam mengajarkan ta’awun ‘ala al-birr wa al-taqwa—saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Maka, sangat perlu dilakukan perjuangan lintas iman. Perjuangan ini bukan ancaman namun kesadaran untuk menjaga semesta yang kebermanfaatannya harus untuk ummat keseluruhan dan ini adalah harapan. Ketika tokoh Kristen membela tanah adat, menyuarakan hak hak dasar rakyat yang harus terjaga maka beliau sedang menegakkan maqashid bersama, yang juga wajib kita sebagai Muslim untuk membantu perjuangan itu. Semoga….

Tags: NasionalismeOpiniPelestarian LingkunganSerambi Jumat
ShareTweetPin

Related Posts

Bertemu Pemimpin Gereja, Wesly: Pendidikan Punya Peran Strategis Membentuk Moral dan SDM

by Redaksi
29/03/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri 1447 H

by Redaksi
27/03/2026
0

...

Siantar Raih Sederet Prestasi di Tahun Pertama Kepemimpinan Wesly Silalahi

by Redaksi
10/03/2026
0

...

Walubi Siantar akan Gelar Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili

by Redaksi
24/02/2026
0

...

Ternyata sejak Awal, Wesly khianati Rakyat Siantar

by Redaksi
30/12/2025
0

...

Taubat Ekologis dan Status Bencana Nasional sebagai Solusi

by Redaksi
19/12/2025
0

...

Donor darah menjadi bagian dari perayaan Natal PGPI-P Pematangsiantar di Ruang Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Rabu (10/12/2025).

Walikota Siantar Apresiasi Konsep Natal Perkumpulan Gerakan Pentakosta Indonesia Pembaharuan

by Redaksi
11/12/2025
0

...

Tauhid Ekologis: Membaca Bencana Nusantara dan Pelajaran dari Dunia

by Redaksi
05/12/2025
0

...

Sambut Natal, Tirta Uli Beri Tali Asih kepada Jemaat Kurang Mampu

by Redaksi
03/12/2025
0

...

Refleksi Hari Guru Indonesia: Paradoks Pendidik

by Redaksi
25/11/2025
0

...

Terkini...

Paskah Universitas Nommensen Siantar: Menjadi Ciptaan Baru Melalui Semangat Pro Deo et Patria yang Berdampak

19/04/2026
Gedung PDAM Tirtauli di Jalan Porsea No. 2, Pematangsiantar.

Kepada Pansus LKPJ, Tirta Uli Sampaikan Telah Laksanakan Semua Rekomendasi Komisi II

19/04/2026

Pemko Siantar Gelar Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis

19/04/2026

Sengketa Lahan dengan Detis Sari Indah, SMAN 5 Siantar akan Direlokasi

16/04/2026

Walikota Siantar Hadiri Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Peningkatan Literasi dan Numerasi Nasional

16/04/2026

Perumda Tirta Uli Kembali Raih Sederet Penghargaan di Ajang TOP BUMD Awards 2026

16/04/2026

Puncak HUT Siantar akan Dimeriahkan Karnaval

15/04/2026

Pemko Siantar Luncurkan 22 Ribu Paket Bantuan Pangan untuk Warga Miskin

08/04/2026

Walikota Siantar Hadiri Paskah GPIB Maranatha

05/04/2026

Bertemu Luhut, Bupati Anton: AI adalah kunci tingkatkan produksi, efisiensi, dan kualitas pertanian

04/04/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In