Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Minggu, Oktober 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Mengapa Lapangan Merdeka Disebut Taman Bunga?

by Redaksi
05/03/2018
in Peristiwa, Seni & Wisata
0
Lapangan Merdeka saat dijadikan tempat bazaar pada Juni 2017. Di tengah tampak Monumen Perjuangan yang dikabarkan pernah menjadi tempat Sukarno berpidato saat berkunjung ke Siantar.

Lapangan Merdeka saat dijadikan tempat bazaar pada Juni 2017. Di tengah tampak Monumen Perjuangan yang dikabarkan pernah menjadi tempat Sukarno berpidato saat berkunjung ke Siantar.

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Nama sebenarnya dari taman kota yang terletak persis di pusat Kota Siantar, Sumatera Utara, adalah Lapangan Merdeka. Penamaan itu tertuang di dalam peraturan daerah dan belum pernah diubah. Tetapi hanya sedikit masyarakat yang mengetahui nama itu. Kebanyakan justru menyebutnya Taman Bunga meskipun realitanya nyaris tak ada tanaman bunga di tempat itu. Bagaimana bisa?

Dari wawancara yang pernah dilakukan seorang wartawan lokal terhadap mantan Walikota Pematangsiantar periode 1967-1974, Alm Laurimba Saragih, diketahui bahwa ternyata adanya perubahan nama Lapangan Merdeka menjadi Taman Bunga oleh masyarakat itu, terjadi di masa awal tahun 80-an.

Wawancara itu sendiri dilakukan semasa hidup almarhum di akhir tahun 2008, di kediaman almarhum yang beralamat di Jalan Medan, Kota Pematangsiantar.

Kepada wartawan Laurimba Saragih menjelaskan, sejak awal kemerdekaan dulu, Lapangan Merdeka adalah tempat pelaksanaan setiap upacara seremonial dan peringatan hari-hari besar oleh pemerintahan di wilayah ini. Tempat itu masih berupa lapangan rumput berbentuk persegi panjang dengan tugu perjuangan di tengahnya. Belum ada pepohonan dan masih terhubung dengan halaman balai kota– sebab belum ada pembatas jalan.

Dulu fungsi Lapangan Merdeka persis seperti fungsi Lapangan Haji Adam Malik saat ini. Namun saat itu, Lapangan Haji Adam Malik masih dibiarkan begitu saja alias sama sekali belum dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan.

Hingga kemudian, saat Lapangan Haji Adam Malik mulai difungsikan pemerintah sebagai tempat upacara, dan di sisi lain warga siantar mulai memiliki tradisi berekreasi yang ternyata tujuan utamanya adalah Lapangan Merdeka, ia lalu memutuskan melakukan pemugaran Lapangan Merdeka dengan membangun pagar keliling setinggi 60 sentimeter. Tujuannya, selain agar pengunjung ke lokasi itu lebih nyaman, utamanya adalah agar nilai historis lapangan tersebut terus terjaga.

Sekitar sepuluh tahun kemudian setelah pemugaran itu, pemko pun mulai menanami pepohonan dan berbagai jenis bunga di tempat itu agar lebih indah sebagai tempat rekreasi.

“Sekitar awal tahun 80-an, karena tempat itu tidak lagi dipakai sebagai tempat upacara kemerdekaan, ditanamilah di situ pepohonan dan bunga-bunga. Lalu, mulailah ada orang yang bilang itu Taman bunga. Kemudian, karena dirasa cocok, semua orang membilang itu sebagai Taman Bunga, padahal itu nama sebenarnya adalah Lapangan Merdeka,” jelasnya.

Laurimba yang ketika diwawancarai itu berusia 81 tahun, mengaku cukup suka dengan penamaan Taman Bunga oleh masyarakat ketika itu. Yang kemudian ternyata membuat warga akhirnya lebih mengenal lapangan tersebut dengan nama itu. Yang penting baginya, adalah, keutuhan bentuk lapangan tersebut agar dijaga jangan sampai ada bangunan atau aktivitas-aktivitas yang dapat melecehkan nilai historis lapangan tersebut.

( Baca Juga: Wajah Baru Taman Bunga Siantar Dipuji Pengunjung )

Mengapa sampai ada ucapan ‘keutuhan bentuk lapangan agar dijaga dan jangan sampai ada bangunan atau aktivitas-aktivitas yang dapat melecehkan nilai historis lapangan tersebut’ oleh Laurimba Saragih?

Itu sebab saat diwawancarai di akhir 2008 itu, suasana Kota Siantar sedang bergejolak akibat adanya pembangunan balairung untuk kios-kios pedagang di atas lahan Lapangan Merdeka. Dan beliau tidak sepakat dengan pembangunan itu.

“Saya tidak ingin menyalahkan siapapun. Tapi kalau saya yang ditanya, sampai kapanpun saya tidak setuju didirikan kios di dalam Taman Bunga. Kalau di situ dibangun kios atau apapun, maka namanya bukan lagi Taman Bunga, bukan lagi Lapangan Merdeka.” Demikian dikatakan beliau saat itu.

Nah, sekarang sudah tahukan sejak kapan dan mengapa Lapangan Merdeka menjadi disebut Taman Bunga meski sekarang bunga-bunga yang pernah ditanami di tempat itu sudah nyaris tidak ada lagi? [nda]

Tags: Kota ToleransiLaurimba SaragihTaman Bunga SiantarWisata Sejarah
Share71TweetPin

Related Posts

Wesly Silalahi Terima Penghargaan sebagai Tokoh Toleransi

by Redaksi
30/09/2026
0

...

Wesly Buka Munas XV UNIO Indonesia di Catholic Center Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan

by Redaksi
28/09/2026
0

...

FKUB Siantar Temu Ramah dengan Walikota

by Redaksi
24/09/2026
0

...

Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi di Sumut

by Redaksi
29/06/2026
0

...

Kecam Pembunuhan di Taman Bunga, Inteligensia Kristen Beri Tuntutan ke Polres dan Pemko Siantar

by Redaksi
21/06/2026
0

...

Raih Peningkatan Toleransi, Seperti Marwah yang Kembali

by Redaksi
23/04/2026
0

...

Pemko dan MUI Siantar Ingin Takbir Keliling Idul Fitri Meriah Nan Tertib

by Redaksi
11/03/2026
0

...

Disambut Tjhai Chui Mie, Wesly Silalahi Hadiri Konferensi Kota Toleran di Singkawang

by Redaksi
16/11/2025
0

...

Vihara Sakyamula di Siantar akan Diresmikan

by Redaksi
11/09/2025
0

...

Minggu Akhir Juni di Pusat Siantar: Sambut Pesepeda Kaldera Toba dan Jumpa di Kota

by Redaksi
29/06/2025
0

...

Terkini...

Pemko Siantar Gelar Bimtek Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi

30/09/2026

Pemko Siantar Gelar Edukasi Pasar Modal

30/09/2026

116 Pejabat Eselon Dilantik

30/09/2026

Ketua PKK Siantar Hadiri Pameran Kerajinan Nusantara di Jakarta

30/09/2026

Wesly Silalahi Terima Penghargaan sebagai Tokoh Toleransi

30/09/2026
Ilustrasi kerusakan pipa.

Sumur di Rakutta Sembiring Alami Kerusakan, Aliran Air Terganggu Sementara

30/09/2026

Pipa Pecah di Simpang Panei Telah Diperbaiki, Aliran Air Kembali Normal

30/09/2026

Perumda Tirta Uli Perbaiki Belasan Pipa yang Pecah Akibat Tiang Wifi

30/09/2026

TP PKK Siantar Sambut Kunjungan Tim Evaluasi Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

29/09/2026

Walikota Hadiri Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II TA 2026 Rindam I/Bukit Barisan

29/09/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In