Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Kamis, Juni 18, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Taman Bunga Siantar, Sebuah Taman Tanpa Bunga

by Redaksi
15/10/2024
in Profil
0
Share on FacebookShare on Twitter

Siantar — Sama sekali tidak ada tanaman bunga di Taman Bunga, Siantar. Meski demikian, ia telah lama menjadi landmark dan disebut sebagai Taman Bunga.

Menurut Laurimba Saragih (alm), awal penyebutan Lapangan Merdeka ini menjadi Taman Bunga, bermula di awal tahun 80-an lalu.

Saat itu, pemerintah Kotamadya Pematang Siantar, menanami hamparan yang bernama asli bernama Lapangan Merdeka ini, dengan pepohonan dan sejenis ‘bunga-bunga’ pagar di sekelilingnya. Dimana sebelumnya lapangan ini hanyalah hamparan kosong tempat pelaksanaan upacara-upacara resmi.

Sejak penanaman pohon dilakukan, masyarakat Siantar mulai berdatangan dan menjadikan tempat ini sebagai tempat nongkrong dan relaksasi.

“Karena tempat itu tidak lagi dipakai sebagai tempat upacara kemerdekaan, ditanami lah di situ pepohonan dan bunga-bunga. Lalu mulailah ada orang yang bilang itu ‘taman bunga’. Kemudian, karena dirasa cocok, semua orang jadi membilang itu ‘taman bunga’, padahal itu nama sebenarnya adalah Lapangan Merdeka,” ungkap Laurimba Saragih, saat diwawancarai di kediamannya di Jalan Medan, Kota Siantar, pada akhir tahun 2008 lalu.

Laurimba Saragih adalah Walikota Pematang Siantar periode 1967-1974. Dan setelah itu, ia juga sempat menjabat Ketua DPRD Kotamadya Pematang Siantar.

Ia menceritakan, dulunya Taman Bunga adalah tempat menggelar upacara-upacara resmi  sebagaimana fungsi lapangan Adam Malik saat ini. Masa itu hamparannya masih terhubung langsung dengan balai kota sebab belum ada pembatas jalan. Sementara lapangan Adam Malik, ketika itu hanyalah hamparan kosong yang tidak difungsikan sama sekali.

Dirinya mengaku suka dengan pemberian nama ‘taman bunga’ oleh masyarakat itu, yang kemudian nama itu lebih dikenal ketimbang nama aslinya.

Laurimba yang ketika diwawancarai telah berusia 81 tahun, hanya berharap agar keutuhan bentuk lapangan tersebut dijaga dengan baik, supaya jangan sampai ada bangunan atau aktifitas yang dapat melecehkan nilai historis lapangan tersebut.

Harapan itu disampaikannya sebab di saat diwawancarai itu tengah terjadi gejolak di kota Siantar terkait rencana Pemko membangun kios-kios tempat berjualan di kompleks lapangan itu. Dan dirinya, tidak sepakat dengan pembangunan itu.

“Saya tidak ingin menyalahkan siapapun. Tapi kalau saya yang ditanya, sampai kapanpun saya tidak setuju didirikan kios di dalam Taman Bunga. Kalau di situ dibangun kios atau apapun, maka namanya bukan lagi Taman Bunga, bukan lagi Lapangan Merdeka,” ungkapnya saat itu.

Laurimba Saragih lahir pada 27 September 1927 dan wafat pada 7 Juni 2011. (nda)


Baca juga:

Nama Jalan yang Unik Ini Ada di Siantar 

Tags: Jalan UnikLaurimba SaragihSeni Wisata SiantarTaman Bunga
ShareTweetPin

Related Posts

Dihibur Faris Adam, Ribuan Masyarakat Penuhi Konser Pesta Rakyat HUT Siantar

by Redaksi
27/04/2026
0

...

Disaksikan Ribuan Orang, Karnaval HUT Siantar Berlangsung Meriah

by Redaksi
27/04/2026
0

...

Perayaan HUT ke-155: Siantar Rumah Kita

by Redaksi
25/04/2026
0

...

Hari Jadi Siantar, Pemko Gelar Fashion Show Etnika Moderna

by Redaksi
24/04/2026
0

...

Puncak HUT Siantar akan Dimeriahkan Karnaval

by Redaksi
15/04/2026
0

...

UMKM Expo Dirangkai Fashion Show Digelar di Siantar

by Redaksi
12/11/2025
0

...

Siantar Fun Run 10 KM Berlangsung Semarak

by Redaksi
09/11/2025
0

...

Siantar Culture Show 2025 Berjalan Sukses

by Redaksi
17/07/2025
0

...

Minggu Akhir Juni di Pusat Siantar: Sambut Pesepeda Kaldera Toba dan Jumpa di Kota

by Redaksi
29/06/2025
0

...

PMS Minta Wesly Bikin Perda Muatan Lokal Berdasarkan Kearifan Lokal Simalungun

by Redaksi
18/06/2025
0

...

Terkini...

GKB NU: Pemimpin Baru dengan Tantangan Baru

17/06/2026

Pengelolaan Parkir di Siantar akan Diserahkan ke Pihak Swasta

17/06/2026

Wesly Silalahi Bantu 500 Sak Semen untuk Pembangunan GBI Jalan Danau Tondano

17/06/2026

Pemko Siantar Serahkan Bantuan Bibit Sayuran dan Kompos ke Masyarakat

17/06/2026

Pledoi untuk Seorang Kawan: Membela Budiman dari Pinggiran Kota

16/06/2026

Wesly Silalahi Hadiri Pekan Inovasi Investasi Sumut di Parapat

16/06/2026

Nobar Pesta Babi dan Menyoal Fungsi Gereja atas Penancapan 1800 Salib Merah

14/06/2026

Teratai Kembang Raih Juara Umum di Ajang O2SN Kota Siantar

13/06/2026

Walikota Siantar Terima Penghargaan atas Komitmen Mendirikan Posbankum

10/06/2026

Fenomena Cawe-cawe Politik di Siantar: Krisis Demokrasi Lokal dan Peran Rakyat

10/06/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In