Siantar — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Pematangsiantar secara mendadak menggelar konferensi pers (Konpers) pada Senin siang (18/5/2026). Konpers ini digelar sekaitan adanya pencatutan nama BKPRMI pada flyer atau poster digital, yang berisi ajakan aksi unjuk rasa untuk memakzulkan Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi.
Di Konpers ini, Ahmad Choir Parinduri sebagai ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, mengatakan, pada Minggu malam (17/5) ia terkejut mendapat kabar beredarnya flyer berisi ajakan demo untuk memakzulkan Wesly Silalahi, yang di dalamnya tertera logo BKPRMI. Sebab, organisasinya sama sekali tidak pernah menggelar rapat untuk hal tersebut.
Setelah ditelusuri, lanjut Choir, pihaknya menduga ada pihak yang telah mencatut logo tersebut secara ilegal. Dan pihaknya merasa penting untuk mengklarifikasi hal tersebut kepada publik.
“Seyogianya kalau ada aksi itu (terlebih dahulu) diadakan sosialisasi dan pleno dan rapat antara MPD, Penasehat, DPD, DPK dan semua untuk kepengurusan BKPRMI. Ini tidak ada. Maka saya ambil sikap mengklarifikasi. Saya sebagai Ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, Ahmad Choir Parinduri, menolak atas adanya logo BKPRMI di aksi tersebut,” tegas Choir.
Bias Musda KNPI?
Dalam lembar pernyataan resmi yang juga dibacakan Choir di Konpers ini, Choir mengatakan pencatutan logo tersebut disinyalir bentuk pelanggaran terhadap UU No. 2 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, dan bentuk pemalsuan identitas organisasi yang menciderai marwah BKPRMI. Maka pihaknya akan menempuh jalur hukum.
Ketegasan menempuh jalur hukum juga disampaikan oleh Rahayu, Bendahara Umum DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar, yang ikut mendampingi Choir di Konpers yang digelar di Rumah Makan Serambi Rasa Hariri, Jalan Masjid 1b ini.
“Jika ada personil kami yang mengatasnamakan organisasi, kami akan menempuh jalur hukum seperti yang disampaikan oleh ketua DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar. Dan kami telah menyampaikan klarifikasi ini terhadap Polres Pematangsiantar,” ujar Rahayu.
Sinyalemen bahwa terduga pelaku pemalsuan tersebut merupakan personil DPD BKPRMI sendiri, juga diisyaratkan oleh Rahayu di dalam pernyataannya sebelumnya, sebelum ke rencana menempuh jalur hukum tersebut. Dimana Rahayu menyinggung soal Musda DPD KNPI yang digelar di Siantar Hotel pada 9 Mei lalu.
“Secara kesimpulannya perlu kami sampaikan bahwa, dalam Musda KNPI kota Pematangsiantar, BKPRMI telah mendukung saudara Irham Taufik Hasibuan, dan Musda telah berjalan sesuai prosedur.
Ketika dukungan kami tidak menang, kami akan legowo pada putusan Musda KNPI tersebut. Jadi kita tetap mendukung dan menghormati hasil Musda dan kalah dengan terhormat,” kata Rahayu.
Dalam Konpers ini Ahmad Choir Parinduri turut didampingi sejumlah pengurus DPD, MPD, dan Penasehat BKPRMI Kota Pematangsiantar. Seperti Imran Simanjuntak, M Effendi Siregar, Sukoso Winarto, Syakban Sinaga, Novrizal, dan Syah Fi’i Siregar.
Ikatan Pelajar Muhammadiyah Juga Dicatut
Selain BKPRMI, pencatutan nama organisasi untuk melengserkan Wesly juga menimpa Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Pematangsiantar.
Dalam keterangan pers yang diterima isiantar.com pada hari yang sama dengan Konpers BKPRMI, IPM juga mengatakan akan melaporkan oknum-oknum yang telah mencantumkan logo IPM Pematangsiantar pada flyer pemakzulan Walikota Pematangsiantar tersebut.
(nda)
























