isiantar.com – Adanya sejumlah mahasiswa penerima beasiswa asal Kabupaten Simalungun yang mendapat teguran dari pihak Institut Pertanian Bogor (IPB), menjadi semacam bukti atas kecurigaan publik selama ini tentang adanya indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam pemilihan pelajar yang berhak mendapat beasiswa.
Hal ini disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Simalungun, Maha Dharma Saragih, Jumat (6/4/2017).
“Yang berhak mendapat beasiswa seharusnya adalah pelajar yang pintar tapi ekonominya kurang mampu. Kalau mekanisme ini dijalankan pemkab, tidak mungkin ada kasus beberapa mahasiswa ditegur karena nilainya jeblok. Maka patut dicurigai ada yang salah kirim di sini yang juga sebenarnya sudah jadi rahasia publik selama ini,” kata Maha Dharma.
( Baca juga: Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Simalungun Dapat Teguran dari IPB )
Di sisi lain, Maha Dharma juga menyayangkan sikap wakil rakyat di lembaga DPRD yang terkesan mendiamkan peristiwa yang disebutnya sebagai tragedi dunia pendidikan di Simalungun ini.
“Ada yang bermain-main di sini, ya ada yang mengkhianati dunia pendidikan di simalungun ini, ini pantas diusut. Makanya kembali kita desak supaya Komisi IV DPRD Simlaungun memanggil dinas yang bersangkutan untuk mempertanggungjawabkan ‘kecelakaan’ ini,” tegasnya. [nda]



















