isiantar.com – Grand Opening Kedai Merah Putih yang digelar, Sabtu (13/5/2017) berlangsung dalam suasana gembira. Nuansa kreatif dan ramah ala pengelola Kedai Merah Putih terlihat jelas di saat acara ini.
Dimulai dengan doa bersama yang dilanjutkan dengan gunting pita oleh dr Diah Permata Sari sebagai tanda peresmian, tampak hadir sejumlah figur kreatif Kota Siantar di dalam kegembiraan acara peresmian ini.

Adian Surya, pimpinan Grafari Telkomsel Kota Pematangsiantar, sebagai salah seorang yang didaulat memberi kata sambutan, mengaku takjub dengan konsep peresmian yang dilangsungkan dengan gelaran Festival Akustik Musisi Jalanan.
Selain mengapresiasi pengelola Kedai Merah Putih atas kepeduliannya mengakomodir kreatifitas kaum muda, kepada musisi yang ikut festival ia juga menyatakan pihaknya akan ‘membuka gerbang’ untuk turut memfasilitasi kegiatan-kegiatan kreatif sejenis yang mungkin akan digelar para seniman-seniman itu.
Lalu, di saat gilirannya, Maha Dharma Saragih sebagai owner atau pemilik Kedai Merah Putih, menjelaskan, bahwa semangat mendasar untuk mendirikan usaha Kedai Merah Putih adalah untuk menghadirkan wadah kreatif yang diharap kelak bisa menjadi tujuan alternatif di Kota Siantar. Pihaknya juga membuka diri untuk kegiatan-kegiatan dan sebagai lokasi diskusi-diskusi kreatif.
“Semoga Kedai Merah Putih ini, menjadi tempat yang enak dikunjungi dan bermanfaat bagi kota yang kita cintai ini,” kata Maha Dharma.

Dhasyatnya “rasa” musisi jalanan
Festival Akustik Musisi Jalanan yang menjadi “menu utama” dalam peresmian Kedai Merah Putih, awalnya tampak hanya direspon seadanya namun tetap gembira oleh para warga yang hadir dalam acara ini. Terlihat para peserta festival ini adalah wajah-wajah familiar kaum muda yang biasa ngamen di beberapa tempat di seputaran kota.

Namun begitu peserta festival nomor urut pertama, Street Band, naik ke panggung dan memainkan lagu Kebyar-Kebyar ciptaan Gombloh, nampak jelas bahwa skill bermusik para kaum muda ini bukanlah “skill sekadar”. Tapi mereka cukup piawai bahkan memiliki kemampuan mengaransemen ulang yang berkualitas tinggi. Juga olah rasa yang dhasyat yang terangkum jelas dalam perpaduan musik dengan lantunan vokal yang kaya nada.
Selanjutnya, hadirin bahkan disuguhi kemampuan bermain Saxophone dari musisi bernama Praja Simanjuntak yang masih berusia 10 tahun. Tepuk tangan selalu riuh sepanjang penampilan musisi-musisi jalanan yang sedang didaulat untuk berkompetisi di atas panggung kreatif ini.

Semua band peserta juga bergembira saat pengumuman juara. Kepercayaan diri mereka untuk maju menerima piala bisa membuat yang melihat menjadi iri. Meski juga ada terdengar sebuah kritik dari peserta terhadap penilaian juri.
“Lho itu kan tadi pake gitar bass elektrik, koq bisa juara? Kan itu udah gak lagi masuk kategori akustik,” celetuk vokalis cewek ini dengan gaya yang sangat fair.
Lengkap dengan food court
Pemilik Kedai Merah Putih, Maha Dharma Saragih, mengatakan, selain aneka minuman pihaknya juga menyedikan berbagai jenis menu makanan. Ada food court di salah satu sisi kedai ini yang akan menyuguhkan berbagai menu makanan termasuk salah satunya adalah “Mie Balap Apa?”.
Sebagaimana diketahui, “Mie Balap Apa?” merupakan salah satu jenis makanan yang sedang booming di Siantar. Jenis penganan ini beberapa kali mendapat ulasan media karena jaminan kualitas bahan dan racikan bumbu yang tidak biasa namun enak dan nikmat.
“Akan ada juga nanti bakso, lontong, nasi, dan berbagai jenis makanan lainnya,” ujar Maha Dharma yang ditanya seusai menjamu rombongan anak yatim yang turut datang dalam kegembiraan peresmian Kedai Merah Putih.
[nda]























