isiantar.com – Terkuaknya informasi tentang sejumlah mahasiswa penerima beasiswa (BUD) asal Kabupaten Simalungun yang secara resmi ditegur oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) karena indeks prestasinya rendah, menjadi semacam tamparan keras bagi pemerintah di daerah ini. Bagaimana tidak, sebab pendidikan adalah landasan bagi segala bentuk pembangunan yang memungkinkan untuk dilakukan demi kemaslahatan bersama.
Termasuk pihak wakil rakyat akhirnya angkat bicara mengenai hal ini.
Lindung Samosir, Sekretaris Komisi IV DPRD Simalungun, bahkan turut mengecam mahasiswa yang mendapat teguran dari IPB tersebut. “Keterlaluan juga itu mahasiswanya. Mungkin tidak sungguh-sungguh belajar dia di sana. Padahal semua (kebutuhannya) sudah dibiayai (pemkab) tinggal belajar sajanya dia,” ujar Lindung, Senin pagi (17/4/2017) di ruang kerjanya.
Meski demikian, Lindung Samosir tidak menafikan segala praduga masyarakat tentang kemungkinan bahwa persoalan ini muncul akibat berbagai hal yang mendasar seperti kemungkinan bahwa proses penjaringan untuk pelajar yang berhak mendapat beasiswa, tidak dilakukan sebagaimana mestinya.
“Makanya nanti kita (Komisi IV)akan panggil pihak-pihak terkait seperti Dinas Pendidikan agar kita cari tahu mengapa bisa seperti ini,” imbuhnya.
Lindung sendiri belum bisa memastikan kapan pihaknya akan melakukan pemangggilan yang disebutnya. Namun direncanakan dalam waktu dekat.
( Baca Juga: Mahasiswa beasiswa asal Simalungun dapat teguran dari IPB )
Ia menambahkan, pemanggilan itu menjadi penting, agar selanjutnya yang mendapat beasiswa adalah pelajar-pelajar yang memang berhak untuk itu. [nda]
















