Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Senin, Desember 8, 2025
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Kereta Cepat Whoosh: Ketika Kecepatan Menabrak Nurani

by Redaksi
27/10/2025
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh: Imran Simanjuntak, Ketua STAI SAMORA Pematangsiantar

Kereta cepat Whoosh meluncur dari Halim ke Tegalluar dengan kecepatan 350 km/jam. Ia digadang-gadang sebagai simbol kemajuan Indonesia. Namun di balik rel baja dan gerbong mewah, tersimpan kisah tentang ambisi, penolakan, dan pertanyaan yang belum terjawab: siapa yang benar-benar diuntungkan, dan siapa yang menanggungnya?

Proyek ini menelan biaya Rp120,7 triliun, dengan pembengkakan anggaran Rp19,54 triliun dari estimasi awal. Dibandingkan proyek serupa di dunia, biaya per kilometer Whoosh jauh lebih mahal:

Indonesia ,Whoosh (Jakarta–Bandung) 142 km  Rp120,7 triliun setara Rp850 miliar/km.
Arab Saudi, Landbridge, jarak 1.500 km biaya Rp112 triliun, setara Rp74,6 miliar/km.
Jepang, Shinkansen, jarak 515 km dengan biaya Rp150 triliun setara Rp291 miliar/km.
China , Beijing–Shanghai HSR, jarak 1.318 km, berbiaya Rp500 triliun, setara Rp379 miliar/km

Mereka  yang Menolak Diam

Di tengah euforia pembangunan, beberapa tokoh nasional memilih untuk bersuara; Mahfud MD, mantan Menko Polhukam, mengungkap dugaan mark-up dan menyatakan siap dipanggil KPK. Ia menyebut proyek ini penuh kejanggalan sejak awal; Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, menolak keras usulan agar utang Whoosh dibayar lewat APBN. “Bagus! Saya enggak ikut,” ujarnya, menandakan ketegasan fiskal; Ignasius Jonan, mantan Menteri Perhubungan, disebut pernah menolak proyek ini karena tidak sesuai dengan kebutuhan rakyat; Agus Pambagio, analis kebijakan publik, menyebut Whoosh sebagai “mimpi mahal” yang tidak menjawab kebutuhan transportasi rakyat; Adian Napitupulu, politisi PDIP, meminta audit menyeluruh dan transparansi penuh atas pembengkakan biaya.

Diplomasi, Desakan, dan Dilema

Pemerintah Tiongkok menyebut Whoosh sebagai bukti kerja sama erat. Tapi di dalam negeri, suara-suara kritis terus bergema. Para ekonom bertanya: mengapa proyek sepanjang 142 km menelan biaya Rp120 triliun? Para aktivis bertanya: siapa yang benar-benar diuntungkan?

Dan rakyat bertanya dalam diam: apakah kami akan ikut membayar, meski tak pernah naik?

Modernisasi Tanpa Demokratisasi?

Whoosh memang mencerminkan kemajuan teknologi, tetapi apakah kemajuan ini inklusif dan demokratis? Modernisasi seharusnya menyentuh semua lapisan masyarakat, bukan hanya menjadi etalase kebanggaan nasional. Transportasi publik idealnya menjawab kebutuhan rakyat banyak, bukan sekadar proyek prestisius yang menambah utang.

Ketika kecepatan menabrak nurani, kita harus berani bertanya: ke mana arah rel pembangunan ini sebenarnya?

Tags: khasOpini
ShareTweetPin

Related Posts

Refleksi Hari Guru Indonesia: Paradoks Pendidik

by Redaksi
25/11/2025
0

...

Pahlawan yang Hilang di “Negeri Korup”: Refleksi Hari Pahlawan dan Penistaan Nilai-Nilai Ketuhanan

by Redaksi
10/11/2025
0

...

MBG, UMKM, dan Dosen Kopertais: Belanja Sosial yang Melupakan Investasi Akal

by Redaksi
07/11/2025
0

...

Antara TPL, Masyarakat Toba yang terluka dalam perspektif Maqashid Syariah

by Redaksi
31/10/2025
0

...

Ulama dan Pesantren: Pilar Kemerdekaan yang Tak Layak Direndahkan

by Redaksi
21/10/2025
0

...

Refleksi: Komite Madrasah, Pelita di Tengah Kabut

by Redaksi
15/10/2025
0

...

Royalti Lagu Bisa Jadi Untung Besar Bagi Pengusaha Hotel dan Resto

by Redaksi
17/08/2025
0

...

Sisa Anggaran Rp130 M: Antiklimaks Upaya Hiperbola WTP Simalungun?

by Redaksi
13/10/2024
0

...

Hapuskan Hak Pengelolaan Pemko Medan

by Redaksi
08/03/2023
0

...

Hak Sewa di Atas Hak Pengelolaan

by Redaksi
10/11/2022
0

...

Terkini...

Tauhid Ekologis: Membaca Bencana Nusantara dan Pelajaran dari Dunia

05/12/2025

Rapat Revisi NJOP Siantar: Apapun makannya, minumnya tetap teh botol Sosro

05/12/2025

IWO Siantar Gelar Diskusi Publik dan Pelatihan Menulis di Kampus Nomensen

05/12/2025
Ilustrasi kerusakan pipa.

Perbaikan Pipa di Depan USI, Aliran Air Terganggu Sementara

03/12/2025

Sambut Natal, Tirta Uli Beri Tali Asih kepada Jemaat Kurang Mampu

03/12/2025

Walikota Siantar Supervisi Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

30/11/2025

APBD Kota Siantar 2026 Disahkan

30/11/2025

Wesly Perintahkan Tiap Kantor Camat Aktifkan Posko Siaga Bencana

30/11/2025

Pemko Siantar Salurkan Bantuan Pangan ke Masyarakat

30/11/2025
Ilustrasi.

Perbaikan Pipa Bocor, Air Bersih ke Rambung Merah hingga Perumnas Terganggu Sementara

28/11/2025
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In