isiantar.com – Sebagai seorang politisi yang menjabat Ketua DPRD, Eliakim Simanjuntak mengaku sudah menjalankan semacam ‘prosedur politik’ yang tidak terlihat oleh publik dalam konteks agar sidang paripurna yang dijawalkan Rabu, 3 Mei 2017 lalu, dapat berjalan lancar.
Diceritakannya, sehari sebelum sidang digelar, yakni pada Selasa tanggal 2 Mei, ia sudah melakukan lobi terhadap Fraksi PAN. Ia bahkan menemui langsung Ketua DPC PAN, Zainal Purba, ke kediamannya.
Tidak hanya itu, anggota DPRD asal Fraksi PAN, OW Herry Dermawan, bahkan secara khusus datang keruangannya pada Selasa sore untuk memastikan kesepakatan atas skenario yang telah dibuat agar paripurna berjalan lancar.
“Pak OW dayang keruanganku. Kutanya dia, ini komposisinya (rotasi AKD) ada lagi yang mau kita robah? Tidak ada. Salam-salaman kami. Sudah ada deal dengan PAN, sudah salam-salaman,” ujar Eliakim
Eliakim juga mengatakan telah melakukan hal sama Eliakim kepada dua legislator dari Fraksi Indonesia Raya, Hotmaulina Malau dan Oberlin Malau. Meski diketahui internal fraksi ini sedang bertikai, namun untuk sidang paripurna yang direncanakan esok harinya, keduanya telah bersalaman dengan Eliakim tanda adanya kesepakatan.
“Si Oberlin sama Hotmaulina saya panggil ke ruangan saya. Saya satukan orang itu. Sampai jam 4 sore di ruanganku. Sudah sepakat, salam-salaman. Tiba-tiba setelah dari ruangan saya, kudengar orang itu sudah ngumpul di Kota Parapat,” imbuhnya.
Eliakim tidak mau secara eksplisit menyebut siapa yang memprakarsai pertemuan mendadak 19 anggota DPRD di Kota Parapat itu. Namun itu tidak menampik informasi beredar yang menyebut bahwa pemrakarsa pertemuan itu adalah figur mantan calon walikota nomor urut 3 yang kalah dalam pilkada 2016 lalu.
“Itulah, sudah sama-sama tahulah kita itu, tak perlu lah pala kusebutkan,” ujarnya.
Menurut Eliakim pertemuan 19 anggota dewan di Parapat itu merupakan muasal terjadinya insiden kekisruhan di sidang paripurna 3 Mei. Pertemuan itu ada kaitanya yang upaya dari pihak yang ingin mencari peluang atas kondisi belum adanya kepastian siapa figur yang akan menduduki posisi jabatan wakil walikota Siantar jika kelak Hefriansyah sudah dilantik jadi walikota. Dan itu dimulai dengan menggoyang posisi Eliakim dari jabatan Ketua DPRD.
“Ini seperti petir, komunikasi sudah dibangun tanggal 2, setelah mereka bertemu di Parapat semuanya berubah. Target mereka ya menjatuhkan aku,” ungkapnya. (bersambung…)
[nda]



















