Siantar — Acara peletakan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan sebuah rumah sakit (RS) di Jalan Medan KM 4,5, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, yang memperlihatkan keterlibatan Ketua DPRD Siantar Timbul Lingga, pada Rabu 22 Desember 2021, cukup mengejutkan dan membuat masyarakat sekitar resah.
Pasalnya pembangunan RS itu dikatakan belum pernah disosialisaikan kepada warga. Padahal, apapun dampak yang ditimbulkan nantinya, masyarakat sekitarlah yang akan memikulnya.
Arnol Sebayang, warga Kelurahan Naga Pita, menilai, peletakan batu pertama yang tanpa sosialisasi itu identik dengan kepongahan dan sangat tidak menghargai warga sekitar. Apalagi mengingat kehadiran sebuah unit usaha, tidak menutup kemungkinan menghadirkan dampak buruk seperti yang masih banyak terjadi.
“Betul memang pembangunan adalah kewenangan pemerintah dan investor. Tapikan secara etika harus dilakukan sosialisasi. Minimal warga sekitar dapat mengetahui keberadaan rumah sakit itu”, kata Arnol yang juga Ketua FKPPI Rayon 07 Kecamatan Siantar Martoba, Kamis (23/12/2021).
Hal senada disampaikan Tuan Falar Sirait, warga Kelurahan Pondok Sayur.
Dikatakan, dengan tidak adanya sosialisasi pembangunan RS yang dikabarkan akan setinggi 10 lantai tersebut, investor terkesan hanya memikirkan untung usahanya saja. Demikian pula para pejabat dan elit yang hadir di peletakan batu pertama itu.
“Keberadaan unit usaha kan harus memikirkan apa kontribusi buat warga sekitar,” jelas Tuan Falar yang juga Ketua PAC Pemuda Pancasila Kota Pematangsiantar.
Warga lainnya, Roni Harpenas Manurung, juga mengingatkan bahwa kehadiran rumah sakit atau investor apapun ke Siantar Martoba harus bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
“Inikan udah mulai peletakan batu pertamanya, harusnya warga di sini dilibatkan bekerja,” ucapnya sembari menyebut bahwa di Siantar Martoba masih banyak pekerja bangunan yang kini pengangguran.
Sementara pihak investor hingga kini belum berhasil diwawancarai, termasuk mengenai keberaniannya mendirikan usaha di tengah kondisi Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Siantar, yang masyarakat awam belum tahu akan seperti apa hasil revisinya nanti. [ry/nda]
Baca juga:




















