isiantar.com – Beberapa waktu lalu kisruh di tubuh Partai Gerindra Cabang Kota Siantar mencuat ke publik lewat media massa. Bermula dari terbitnya surat perihal usulan perombakan struktur Fraksi Indonesia Raya, oleh DPC Gerindra yang diketuai Robinson Bakkara.
Oberlin Malau, salah seorang anggota DPRD dari Partai Gerindra, menolak mentah-mentah surat usulan tersebut.
Diwawancarai isiantar.com, Kamis (20/4/2017) lalu, Oberlin Malau dengan runut menceritakan kronologi muculnya kisruh yang dimuat beberapa media massa itu. Ia juga menceritakan sejumlah persoalan lain yang terjadi sebelum itu.
Tentang surat usulan perombakan komposisi fraksi, Oberlin yang masih menjabat sebagai Ketua Fraksi, menceritakan, di sekitar Maret lalu ia menerima surat dari DPC Gerindra perihal usulan perombakan komposisi fraksi itu. Yang sifat surat itu adalah untuk diteruskannya kepada Ketua DPRD.
Setelah membaca surat yang salah satu poinnya adalah menggeser posisinya yang sebelumnya ketua menjadi anggota, Oberlin mengaku menemukan adanya kejanggalan pada surat itu. Kejanggalan itu berupa tidak adanya SK (Surat Keputusan) dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat) yang menyertai surat tersebut.
“Tapi saya melihat surat itu ‘cacat’ karena tidak ada SK dari DPP, sebab sesuai dengan aturan partai yang boleh menerbitkan surat seperti itu hanyalah DPP,” kata Oberlin yang mengaku langsung mengembalikan surat itu kepada DPC.
Sekitar tiga hari setelah itu, DPC Gerindra kembali mengirim surat perihal yang sama yang langsung dikirim kepada Ketua DPRD. Hal itu baru diketahui Oberlin setelah Ketua DPRD Eliakim Simanjuntak memanggil Oberlin untuk mengklarifikasi surat tersebut.
Saat bertemu dengan Eliakim, Oberlin meminta agar tidak menindaklanjuti surat tersebut sebelum ada SK dari DPP.

Mengetahui DPC-nya juga mengirim surat ke Ketua DPRD, Oberlin pun mengaku gerah. Apalagi dua anggota DPRD asal Gerindra lainnya, Hendry Dunan Sinaga dan Hotmaulina Malau, yang dalam surat itu kemudian diposisikan sebagai ketua dan sekretaris fraksi, pernah mengingatkannya perihal adanya surat dari DPC itu.
Ia pun lantas menghubungi Ketua DPD Gerindra Sumut, Gus Irawan Pasaribu, untuk menceritakan dan mengkonfirmasi perihal keabsahan surat itu.
Menurut Oberlin, Gus Irawan justru terkejut. Gus Irawan sempat meminta waktu sebentar untuk menghubungi DPP, sebelum kemudian memastikan bahwa DPP tidak pernah mengeluarkan SK perombakan komposisi fraksi, dan tidak mengetahui tentang surat usulan perombakan tersebut.
“’Koq berani-beraninya orang itu ya? Siapa tadi dibuat ketua? Biar tau aku bagaimana konspirasi di DPC ini? Kata Pak Gus’ Kubilang, ketuanya si Hendry Dunan. ‘Oh, biar tau aku, katanya. Terus surat itu siapa yang nandatangai?’ Ketua dan Sekretaris. ‘Iya ,siapa?’ Robinson dan Netty. ‘Woah, beraninya orang itu, aku aja ketua DPD tidak berani merobah SK yang diterbitkan dari DPP.’” Demikian Oberlin merekontruksi kembali komunikasinya dengan Gus Irawan saat itu.
“Sekarang yang jadi heran saya, sudah lebih lima tahun mereka menjabat, Ketua DPC dan Sekertaris DPC, koq tidak tahu mereka wewenangnya, ini yang bikin ribut DPC kami, koq gak tau wewenangnya itu. Masa DPC berani merobah SK DPP. Sudah lebih lima tahun, coba dulu,” lanjut Oberlin.
Foto Oberlin tidak ada dalam spanduk ucapan hari besar
Sebelum ribut soal usulan perombakan komposisi fraksi terjadi, Oberlin juga menuturkan peristiwa di internal partai yang berujung tidak dimuatnya foto dirinya dalam spanduk ucapan selamat natal pada tahun 2016 lalu.

Menurut Oberlin, saat ada rencana akan membuat spanduk ucapan tersebut, Sekretaris DPC mendatanginya untuk meminta uang yang akan digunakan sebagai biaya cetak spanduk.
Oberlin menolak. Alasannya, di dalam surat DPD, yang menjadi dasar rencana pembuatan spanduk tersebut, tidak ada disebutkan jika dana pembuatan berasal dari dirinya.
“Saya tidak mau karena saya tidak ada secara eksplisit disinggung beban biaya dari saya. Saya secara pribadi atau saya sebagai dewan. Lagi pula, sesuai pesan dari DPP waktu kami pembekalan di Hambalang, (dikatakan) jangan mau diperalat oleh DPC terutama mengenai gaji, karena kontribusi sudah kami bayar per bulan,” ujar Oberlin.
Akibatnya, Sekretaris DPC melontarkan kalimat bernada ancaman untuk tidak akan memuat foto Oberlin. Oberlin balik menantang. Alhasil, publik bisa melihat pada spanduk yang ucapan natal tersebut, foto Oberlin Malau tidak ada.
Berbeda dengan sikap Oberlin, Hendry Dunan Sinaga yang diwawancarai pada Selasa 25 April 2017, di gedung DPRD seusai sidang paripurna HUT Kota Siantar, mengaku mau mengeluarkan biaya untuk membantu pencetakan spanduk tersebut.
Hendry Dunan yang saat itu bersama Hotmaulina Malau dan Netty Sianturi di ruangan Komisi I, juga menjelaskan, bahwa, sesungguhnya biaya cetak spanduk tersebut tidak pernah dibebankan secara keseluruhan kepada Oberlin. Tetapi secara tanggung-renteng dari tiga anggota DPRD asal Gerindra, dirinya, Oberlin dan Hotmaulida. Dan baginya, hal itu sama sekali tidak menjadi masalah.
“Ya kita sebagai anggota partai kan wajib wajar untuk kita membantu DPC dalam hal ini. Kan begitu? Nah kita bagi, kita kasih untuk DPC. Nah ternyata saat akan mengumpulkan kontribusi itu, ibu ini (Netty) minta kepada Oberlin, wajar itu kan untuk membuat spanduk, nah Oberlin mita harus ada surat persetujuan dari DPP, jadi kalau tidak ada saya tidak mau bayar, kata Oberlin,” ungkap Hendry Dunan, yang singkatnya akhirnya foto Oberlin tidak ikut dimuat dalam spanduk tersebut.
Hotmaulina Malau juga mengaku sependapat dengan pandangan Hendry Dunan itu.
Surat usulan perombakan fraksi di-pending
Oberlin saat diwawancarai mengaku tidak mengetahui bagaimana kelanjutan atas eksistensi surat DPC perihal perombakan komposisi fraksi itu. Namun dari jawaban Netty Sianturi, Selasa (25/4/2017) di ruangan Komisi I, didapatkan jawaban bahwa surat itu sedang di-pending, atau ditunda-untuk-dilanjutkan.
Netty juga menyesalkan sikap Oberlin yang langsung berbicara ke publik perihal internal partai tanpa terlebih dahulu berbicara ke jajaran pengurus partai. Sementara dalam beberapa rapat yang dilaksanakan DPC, Oberlin justru tidak hadir.
Sayangnya Robinson Bakkara, selaku Ketua DPC Gerindra Siantar, yang disebut Oberlin suka bertindak sekehendaknya tanpa mengikuti aturan, belum berhasil diwawancarai. Dari beberapa kali dihubungi, Robinson sempat menghubungi balik dan membuat janji wawancara. Namun setelah itu, ia kembali belum bisa dihubungi. [nda]




















