Siantar — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari restribusi parkir tepi jalan umum tahun 2018 di kota Siantar, Sumatera Utara, hanya Rp 6,8 milar atau cuma 80 persen dari target ditetapkan yakni Rp 8,5 miliar.
Tidak tercapainya target PAD ini cukup mengherankan masyarakat.
Pasalnya, selain target Rp 8,5 miliar itu adalah hasil penghitungan oleh Dishub sendiri (dengan memakai jasa pihak ketiga berbiaya lima puluh juta), di lapangan juga terlihat kalau jumlah petugas dan titik-titik parkir sudah bertambah secara drastis.
Bahkan, di lokasi yang diketahui terlarang untuk parkir, juga sudah ada petugas yang mengutip parkir dari setiap pengendara yang memarkir kendaraannya di lokasi tersebut.
“Untuk parkir kereta (sepeda motor) aja awak sekarang udah diminta dua ribu, padahal di aturannya kan katanya cuma seribunya itu. Jadi kalau dibilang lagi gak tercapai target, udah lucu lah itu,” ungkap seorang warga.
Salah lokasi yang diketahui terlarang untuk parkir namun selalu ada petugas yang mengutip parkir dari setiap pengendara yang memarkir kendaraan di lokasi tersebut, yakni di tepi Jalan Merdeka sisi Taman Bunga, persis di hadapan kantor walikota.
“Kalau sekarangnya di kota ini, dimana pun awak berhenti, di situ sudah ada tukang parkir,” lanjut warga tadi.
Kadishub: Target itu kan, ibarat impiannya itu
Saat penyebab tak tercapainya target PAD ini ditanyakan langsung kepada Kadishub Kota Siantar Esron Sinaga, padahal pengutipan uang parkirnya juga sudah langsung ditangani Dishub sendiri, Esron yang ditemui pada Selasa (30/9/2019), beralasan jika angka Rp 8,5 miliar itu hanyalah sekadar target.
“Target do antongan i, kan boi do target kan. Ai boi do target daba tu ginjang, alai i ma aha na. Ai target on kan, impian do on (Angka 8,5 miliar itu kan targetnya itu. Kan bolehnya target kita buat tinggi, tapi ya inilah realisasinya. Target itu kan, ibarat impiannya itu),” kilahnya.

Sementara adapun penghitungan atas potensi pendapatan restribusi parkir yang mendapatkan angka Rp 8,5 miliar itu, dilakukan pada tahun 2017 yang lalu. Ketika itu, amatan di lapangan, jumlah petugas parkir dan juga spot-spot parkir masih belum sebanyak belakangan ini. [nda]
Baca juga:
Aneh, Karcis Parkir Terus Dicetak Tapi Tak Beredar di Lapangan
Ditanya Apa Kontribusi Paradep Selain Biang Macet, Begini Jawaban Esron




















