Siantar — DPD KNPI Sumut mengisyaratkan akan membuat laporan atas munculnya flyer atau poster digital yang mendiskreditkan pengurus DPD KNPI Sumut, dimana flyer tersebut telah mengesankan seolah pengurus DPD KNPI Sumut saat ini adalah pengurus yang berkarakter intoleran, atau rasial.
“Boleh kita katakan flyer itulah flyer abal-abal, kalau ada yang udah membuat (flyer itu hadir di acara ini, red) bolehlah nanti dipertanggungjawabkan,” kata Muhammad Tarmizi, Sekretaris DPD KNPI Sumut, dalam sambutannya di pembukaan Musda ke-14 DPD KNPI Kota Pematangsiantar, Sabtu (9/5/2026) di Convention Hall, Siantar Hotel.
Pernyataan Tarmizi itu terkait dengan munculnya sebuah flyer yang disebarkan di WhatsApp dan media sosial pasca terbitnya Keputusan DPD KNPI Sumatera Utara No: 21/KEP/KNPI-SU/IV/2026, tentang pembatalan Musda XIV dan Pembentukan Caretaker DPD KNPI Pematangsiantar.
Tarmizi mengatakan terbitnya SK tersebut adalah murni penerapan aturan organisasi tanpa ada tendensi lain.
Ia juga memaparkan tentang komposisi pengurus DPD KNPI Sumut saat ini, dimana Bendahara Umumnya dijabat Erwin Nopiter Situmorang, figur yang beragama Kristen dan Sekretaris DPD GAMKI Sumut, yang mana komposisi seperti itu belum pernah ada di kepengurusan sebelumnya.
“Apalagi saya, Pak Kasat Intel (yang turut hadir di pembukaan Musda), saya ini adik asuhnya Pak Kapolda, Pak Irjen Pol Whisnu. Pak Kapolda itu beragama Katolik. Begitu sebulan menjabat di Sumatera Utara, dia diterpa isu kenapa Kapolda itu beragama Kristen. Sebelumnya kan Pak Panca Simanjuntak, sebelumnya lagi Pak Martuani Sormin, jadi hattrick tiga beragama Kristen,” terang Tarmizi menerangkan posisinya.
“Begitu sebulan dia masuk, Pak Irjen Pol Whisnu ‘dihajar’ oleh beberapa LSM beberapa organisasi yang tak bertanggung jawab. Kami Cipayung plus dulu masa itu membantu beliau, untuk menghempang bahwasanya tidak ada kata agama dalam (konteks menjadi, red) pemimpin di Indonesia. Bahwasanya semua agama itu sama,” lanjut Tarmizi.
Pembukaan Musda ini juga dihadiri langsung Walikota Wesly Silalahi, dan sejumlah mantan ketua dan pengurus DPD KNPI Kota Pematangsiantar. (nda)




















