Siantar — Pasca wafatnya Sang Guru Besar, Dr (HC). H. Friendly Damanik (Perem Damanik), pada Jumat 1 Mei 2026 lalu, jajaran Dewan Sabuk Hitam dan Cokelat menggelar rapat luar biasa di padepokan Pencak Silat Teratai Kembang yang beralamat di Jalan Aman Ujung, Kelurahan Siopat Suhu, Pematangsiantar, pada Rabu (6/5/2026).
Melalui forum musyawarah mufakat ini, dr. Torangin Damanik M.H — yang juga merupakan putra sulung almarhum Sang Guru Besar — terpilih untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan perguruan silat tersebut.
“Terimakasih saya sampaikan kpd seluruh dewan Sabuk Hitam dan sabuk Cokelat atas kepercayaan ini. Seyogianya amanah ini sudah sejak lama Pakcik (Alm) menyampaikannya kepada saya agar meneruskan perjuangannya,” kata Torang.
Torang juga menyampaikan harapannya perihal kerjasama yang baik antar semua anggota perguruan, yang sekaligus menjadi wujud kecintaan kepada almarhum.
“Meskipun saat ini saya berdomisili di Sumatera Barat, namun melalui Wakil Ketua Rochosiomi Damanik, S.Pd., M.M., dan Sekjen Ritha Ayu Damanik, S.Pd, dan Para Dewan Pelatih serta dibarengi dengan kerjasama tim yang baik, saya yakin perguruan silat ini akan terus melahirkan para pendekar dan atlet yang berprestasi di masa-masa mendatang,” pungkasnya. (im)




















