Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Jumat, Mei 8, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Soal Nasionalisme, Jakarta Harus Banyak Belajar dari Siantar

by Redaksi
23/07/2019
in Fokus, Politik
0
Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Berbicara nasionalisme dalam negara yang majemuk dengan beragam suku bangsa, Kota Siantar, Sumatera Utara, menjadi  miniatur bagi Indonesia; didiami banyak suku, adat istiadat, dan agama, kota ini tidak pernah mengalami gejolak yang diakibatkan  keberagaman tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU) Pematangsiantar, Imran Simanjuntak, Jumat siang (24/2/2017).

Kukuhnya Keharmonisan warga yang plural di kota ini bahkan telah diuji pada situasi yang secara teori dianggap sebagai salah satu fase paling mengkhawatirkan bagi keharmonisan, yaitu masa pilkada. Tak tanggung-tanggung, penyelenggaraan pilkada di kota ini sempat mengakibatkan ketiadaan pemimpin yang defenitif hampir selama dua tahun, tetapi situasi masyarakatnya tetap kondusif.

“Itu terjadi di Siantar. Artinya dalam kondisi dua tahun tanpa pemimpin pun, Siantar majemuknya terjaga, dinamika politik terus menggelinding dengan pertarungan-pertarungan yang dimainkan pihak yang kalahtapi tetap berjalan dalam (jalur) opini maupun hukum, tidak membias, tidak ada masyarakat Siantar yang terusik baik akidahnya, baik syariatnya, budayanya, agamanya, baik tatanan hukum dan ekonominya,” ungkapnya.

Oleh karena itu untuk kondisi saat ini dimana banyak yang mengkhawatirkan hiruk-pikuk kontestasi Pilgub DKI Jakarta akan bergeser ke daerah-daerah di nusantara, Imran menyakini situasi di Ibukota tersebut tak akan mempengaruhi peta apapun untuk kota Siantar. Baik demografi politik, ekonomi, sosial budaya. Sebab penghormatan atas perbedaan di kota ini, cukup kuat. Kalau hanya sekedar ada yang ikut ‘perang komentar’ di dunia maya, itu dianggap hanya hal biasa.

Maka menurut pria yang juga mengabdi sebagai dosen di STAI Samora ini, orang-orang di Jakarta, baik cendikiawan, politisi pun akademisi yang peduli akan kebaikan bangsa ini, sebaiknya mengambil pelajaran dengan berkaca pada kota Siantar.

“Banyak suku, agama, etnis, adat istiadat, budaya, tapi tidak mengalami gesekan-gesekan yang berbau suku-agama-ras dan antar golongan. Baik dalam konteks kepemimpinan  maupun dalam konteks menjalankan ibadah sehari-hari. Tidak ada yang merasa diusik. Tidak ada yang mengusik. Dan tidak ada yang merasa termarjinalisaikan, meski dia kaum minoritas atau kaum mayoritas. Jakarta harus banyak belajar Ke Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

 

Mangamalkan nasionalisme; mengapresiasi kecerdasan dan kehidupan

Diajak berbicara lebih dalam ke atmosfir Pilgub DKI Jakarta yang tengah berlangsung, Imran yang juga aktivis gerakan di masa Orde Baru ini, mengaku ada peristiwa-peristiwa yang bersingungan dengan tema nasionalisme yang membuat miris. Karena ada hal-hal yang tidak pantas untuk diangkat, tetapi diangkat ke dalam perdebatan. Hal yang dianggap berpotensi mengejewantah ke dalam pemikiran orang -orang dan menjadi ancaman bagi nasionalisme.

“Saya, secara pribadi, tidak pernah berfikir bahwa Ahok tidak nasionalis. Bahwa Islam harus memilih islam, Nasrani harus memilih Nasrani. Tidak, tidak pernah terfikirkan oleh kita. Sebagai elemen gerakan kita berfikir bahwa kelayakan itu bukan berpatokan pada suku-agama-ras atau golongan yang ada pada seseorang, tetapi kepiawaiannya kemampuannya dan person individunya. itu yang menjadi barometer kita dalam menentukan dukungan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa nasionalisme harus dipahami dan diamalkan secara utuh. Dan nasionalisme berlaku bagi semua warga negara dari golongan mana pun.

“Kita lihat, di kantong-kantong TPS orang Tionghoa, Ahok menang 80 persen – 90 persen. Di kantong-kantong suara orang Muslim, Ahok juga menang 70 persen – 80 persen. Nah dari gambaran raihan suara beda basis itu, sekarang pertanyaannya siapa yang tidak nasionalis? Pertanyaan ini menjadi penting karena idealnya raihan suara tidak akan sekontras itu sekalipun di TPS komunitas Tionghoa. Ketika Islam memilih Ahok, ‘Islamnya nasionalis banget gitu ya’, tetapi ketika Tionghoa tidak memilih Agus atau Anies, sekarang siapa yang tidak nasionalis?” Papar Imran.

(nda)

Tags: Imran SimanjuntakNasionalismePC ISNU SiantarPemuda IslamSTAI Samora
Share327TweetPin

Related Posts

Pemko Siantar Gelar MTQN ke-58 untuk Wujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an

by Redaksi
07/05/2026
0

...

Raih Peningkatan Toleransi, Seperti Marwah yang Kembali

by Redaksi
23/04/2026
0

...

Bertemu Pemimpin Gereja, Wesly: Pendidikan Punya Peran Strategis Membentuk Moral dan SDM

by Redaksi
29/03/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Open House Hari Raya Idul Fitri 1447 H

by Redaksi
27/03/2026
0

...

Wesly Silalahi Lepas Pawai Takbir Keliling Hari Raya Idul Fitri 1447 H

by Redaksi
23/03/2026
0

...

Siantar Raih Sederet Prestasi di Tahun Pertama Kepemimpinan Wesly Silalahi

by Redaksi
10/03/2026
0

...

Badan Kenaziran Masjid Al Ikhlas Minta Stan Air Siap Minum, Wesly Silalahi Menyetujui

by Redaksi
03/03/2026
0

...

Walubi Siantar akan Gelar Perayaan Malam Cap Go Meh 2577 Kongzili

by Redaksi
24/02/2026
0

...

Walikota Hadiri Serah Terima Program Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji Tahun 2025

by Redaksi
31/01/2026
0

...

Kementerian Agama Sebagai Penjaga Harmoni dan Moralitas Bangsa

by Redaksi
02/01/2026
0

...

Terkini...

Pemko Siantar Gelar MTQN ke-58 untuk Wujudkan Generasi Cinta Al-Qur’an

07/05/2026

Putra Sulung Perem Damanik Lanjutkan Kepemimpinan Perguruan Pencak Silat Teratai Kembang

07/05/2026

Panitia Paskah Pemko Siantar Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan

07/05/2026

Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Panti Asuhan, Pemko Siantar Teken Kerjasama dengan Sejumlah Pengelola

07/05/2026

Bawa Rp 50 Juta, Arif Harahap Resmi Mendaftar Calon Ketua KNPI

06/05/2026

Arif Harahap Siap Pimpin KNPI Siantar

03/05/2026

May Day, Dari Refleksi Jadi Sekedar Seremoni

02/05/2026

Kader Posyandu Kelurahan Sumber Jaya Ikuti Bimtek Selama Tiga Hari

30/04/2026

Apel Kesiapsiagaan Bencana 2026 Kota Siantar Digelar di Lapangan Brimob

30/04/2026

Rumah Sakit Umum Siantar Kini Bisa Obati Batu Ginjal Tanpa Bedah

30/04/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In