Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Rabu, Oktober 7, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Soal Nasionalisme, Jakarta Harus Banyak Belajar dari Siantar

by Redaksi
23/07/2019
in Fokus, Politik
0
Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Berbicara nasionalisme dalam negara yang majemuk dengan beragam suku bangsa, Kota Siantar, Sumatera Utara, menjadi  miniatur bagi Indonesia; didiami banyak suku, adat istiadat, dan agama, kota ini tidak pernah mengalami gejolak yang diakibatkan  keberagaman tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU) Pematangsiantar, Imran Simanjuntak, Jumat siang (24/2/2017).

Kukuhnya Keharmonisan warga yang plural di kota ini bahkan telah diuji pada situasi yang secara teori dianggap sebagai salah satu fase paling mengkhawatirkan bagi keharmonisan, yaitu masa pilkada. Tak tanggung-tanggung, penyelenggaraan pilkada di kota ini sempat mengakibatkan ketiadaan pemimpin yang defenitif hampir selama dua tahun, tetapi situasi masyarakatnya tetap kondusif.

“Itu terjadi di Siantar. Artinya dalam kondisi dua tahun tanpa pemimpin pun, Siantar majemuknya terjaga, dinamika politik terus menggelinding dengan pertarungan-pertarungan yang dimainkan pihak yang kalahtapi tetap berjalan dalam (jalur) opini maupun hukum, tidak membias, tidak ada masyarakat Siantar yang terusik baik akidahnya, baik syariatnya, budayanya, agamanya, baik tatanan hukum dan ekonominya,” ungkapnya.

Oleh karena itu untuk kondisi saat ini dimana banyak yang mengkhawatirkan hiruk-pikuk kontestasi Pilgub DKI Jakarta akan bergeser ke daerah-daerah di nusantara, Imran menyakini situasi di Ibukota tersebut tak akan mempengaruhi peta apapun untuk kota Siantar. Baik demografi politik, ekonomi, sosial budaya. Sebab penghormatan atas perbedaan di kota ini, cukup kuat. Kalau hanya sekedar ada yang ikut ‘perang komentar’ di dunia maya, itu dianggap hanya hal biasa.

Maka menurut pria yang juga mengabdi sebagai dosen di STAI Samora ini, orang-orang di Jakarta, baik cendikiawan, politisi pun akademisi yang peduli akan kebaikan bangsa ini, sebaiknya mengambil pelajaran dengan berkaca pada kota Siantar.

“Banyak suku, agama, etnis, adat istiadat, budaya, tapi tidak mengalami gesekan-gesekan yang berbau suku-agama-ras dan antar golongan. Baik dalam konteks kepemimpinan  maupun dalam konteks menjalankan ibadah sehari-hari. Tidak ada yang merasa diusik. Tidak ada yang mengusik. Dan tidak ada yang merasa termarjinalisaikan, meski dia kaum minoritas atau kaum mayoritas. Jakarta harus banyak belajar Ke Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

 

Mangamalkan nasionalisme; mengapresiasi kecerdasan dan kehidupan

Diajak berbicara lebih dalam ke atmosfir Pilgub DKI Jakarta yang tengah berlangsung, Imran yang juga aktivis gerakan di masa Orde Baru ini, mengaku ada peristiwa-peristiwa yang bersingungan dengan tema nasionalisme yang membuat miris. Karena ada hal-hal yang tidak pantas untuk diangkat, tetapi diangkat ke dalam perdebatan. Hal yang dianggap berpotensi mengejewantah ke dalam pemikiran orang -orang dan menjadi ancaman bagi nasionalisme.

“Saya, secara pribadi, tidak pernah berfikir bahwa Ahok tidak nasionalis. Bahwa Islam harus memilih islam, Nasrani harus memilih Nasrani. Tidak, tidak pernah terfikirkan oleh kita. Sebagai elemen gerakan kita berfikir bahwa kelayakan itu bukan berpatokan pada suku-agama-ras atau golongan yang ada pada seseorang, tetapi kepiawaiannya kemampuannya dan person individunya. itu yang menjadi barometer kita dalam menentukan dukungan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa nasionalisme harus dipahami dan diamalkan secara utuh. Dan nasionalisme berlaku bagi semua warga negara dari golongan mana pun.

“Kita lihat, di kantong-kantong TPS orang Tionghoa, Ahok menang 80 persen – 90 persen. Di kantong-kantong suara orang Muslim, Ahok juga menang 70 persen – 80 persen. Nah dari gambaran raihan suara beda basis itu, sekarang pertanyaannya siapa yang tidak nasionalis? Pertanyaan ini menjadi penting karena idealnya raihan suara tidak akan sekontras itu sekalipun di TPS komunitas Tionghoa. Ketika Islam memilih Ahok, ‘Islamnya nasionalis banget gitu ya’, tetapi ketika Tionghoa tidak memilih Agus atau Anies, sekarang siapa yang tidak nasionalis?” Papar Imran.

(nda)

Tags: Imran SimanjuntakNasionalismePC ISNU SiantarPemuda IslamSTAI Samora
Share327TweetPin

Related Posts

Wesly Silalahi Terima Penghargaan sebagai Tokoh Toleransi

by Redaksi
30/09/2026
0

...

Wesly Silalahi Jamu Kunjungan Utusan MUI Pusat di Rumah Dinas Walikota

by Redaksi
29/09/2026
0

...

Wesly Buka Munas XV UNIO Indonesia di Catholic Center Pusat Pembinaan Umat Keuskupan Agung Medan

by Redaksi
28/09/2026
0

...

FKUB Siantar Temu Ramah dengan Walikota

by Redaksi
24/09/2026
0

...

Walikota Hadiri Pelantikan Pengurus Majelis Taklim Silaturahmi Kota Pematangsiantar

by Redaksi
25/08/2026
0

...

YPU Siantar Apresiasi Pemko atas Program Keumatan yang Berdampak Langsung ke Masyarakat

by Redaksi
30/07/2026
0

...

Pemko Dukung Raker dan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Pematangsiantar

by Redaksi
29/07/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Rapat Persiapan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

by Redaksi
26/07/2026
0

...

PKB menargetkan penguatan basis kader di Simalungun. Hal itu diharapkan lewat peningkatan peran PKB dalam isu-isu lokal, dan kolaborasi dengan tokoh adat dan komunitas budaya.

Imran Simanjuntak Pimpin PKB Kota Pematangsiantar: Sinyal Kebangkitan PKB di Tanah Simalungun

by Redaksi
23/07/2026
0

...

Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi di Sumut

by Redaksi
29/06/2026
0

...

Terkini...

Pemko Siantar Gelar Bimtek Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi

30/09/2026

Pemko Siantar Gelar Edukasi Pasar Modal

30/09/2026

116 Pejabat Eselon Dilantik

30/09/2026

Ketua PKK Siantar Hadiri Pameran Kerajinan Nusantara di Jakarta

30/09/2026

Wesly Silalahi Terima Penghargaan sebagai Tokoh Toleransi

30/09/2026
Ilustrasi kerusakan pipa.

Sumur di Rakutta Sembiring Alami Kerusakan, Aliran Air Terganggu Sementara

30/09/2026

Pipa Pecah di Simpang Panei Telah Diperbaiki, Aliran Air Kembali Normal

30/09/2026

Perumda Tirta Uli Perbaiki Belasan Pipa yang Pecah Akibat Tiang Wifi

30/09/2026

TP PKK Siantar Sambut Kunjungan Tim Evaluasi Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

29/09/2026

Walikota Hadiri Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang II TA 2026 Rindam I/Bukit Barisan

29/09/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In