Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Kamis, September 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Soal Nasionalisme, Jakarta Harus Banyak Belajar dari Siantar

by Redaksi
23/07/2019
in Fokus, Politik
0
Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Ketua PC ISNU Pematangsiantar- Imran Simanjuntak

Share on FacebookShare on Twitter

isiantar.com – Berbicara nasionalisme dalam negara yang majemuk dengan beragam suku bangsa, Kota Siantar, Sumatera Utara, menjadi  miniatur bagi Indonesia; didiami banyak suku, adat istiadat, dan agama, kota ini tidak pernah mengalami gejolak yang diakibatkan  keberagaman tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (PC ISNU) Pematangsiantar, Imran Simanjuntak, Jumat siang (24/2/2017).

Kukuhnya Keharmonisan warga yang plural di kota ini bahkan telah diuji pada situasi yang secara teori dianggap sebagai salah satu fase paling mengkhawatirkan bagi keharmonisan, yaitu masa pilkada. Tak tanggung-tanggung, penyelenggaraan pilkada di kota ini sempat mengakibatkan ketiadaan pemimpin yang defenitif hampir selama dua tahun, tetapi situasi masyarakatnya tetap kondusif.

“Itu terjadi di Siantar. Artinya dalam kondisi dua tahun tanpa pemimpin pun, Siantar majemuknya terjaga, dinamika politik terus menggelinding dengan pertarungan-pertarungan yang dimainkan pihak yang kalahtapi tetap berjalan dalam (jalur) opini maupun hukum, tidak membias, tidak ada masyarakat Siantar yang terusik baik akidahnya, baik syariatnya, budayanya, agamanya, baik tatanan hukum dan ekonominya,” ungkapnya.

Oleh karena itu untuk kondisi saat ini dimana banyak yang mengkhawatirkan hiruk-pikuk kontestasi Pilgub DKI Jakarta akan bergeser ke daerah-daerah di nusantara, Imran menyakini situasi di Ibukota tersebut tak akan mempengaruhi peta apapun untuk kota Siantar. Baik demografi politik, ekonomi, sosial budaya. Sebab penghormatan atas perbedaan di kota ini, cukup kuat. Kalau hanya sekedar ada yang ikut ‘perang komentar’ di dunia maya, itu dianggap hanya hal biasa.

Maka menurut pria yang juga mengabdi sebagai dosen di STAI Samora ini, orang-orang di Jakarta, baik cendikiawan, politisi pun akademisi yang peduli akan kebaikan bangsa ini, sebaiknya mengambil pelajaran dengan berkaca pada kota Siantar.

“Banyak suku, agama, etnis, adat istiadat, budaya, tapi tidak mengalami gesekan-gesekan yang berbau suku-agama-ras dan antar golongan. Baik dalam konteks kepemimpinan  maupun dalam konteks menjalankan ibadah sehari-hari. Tidak ada yang merasa diusik. Tidak ada yang mengusik. Dan tidak ada yang merasa termarjinalisaikan, meski dia kaum minoritas atau kaum mayoritas. Jakarta harus banyak belajar Ke Kota Pematangsiantar,” ujarnya.

 

Mangamalkan nasionalisme; mengapresiasi kecerdasan dan kehidupan

Diajak berbicara lebih dalam ke atmosfir Pilgub DKI Jakarta yang tengah berlangsung, Imran yang juga aktivis gerakan di masa Orde Baru ini, mengaku ada peristiwa-peristiwa yang bersingungan dengan tema nasionalisme yang membuat miris. Karena ada hal-hal yang tidak pantas untuk diangkat, tetapi diangkat ke dalam perdebatan. Hal yang dianggap berpotensi mengejewantah ke dalam pemikiran orang -orang dan menjadi ancaman bagi nasionalisme.

“Saya, secara pribadi, tidak pernah berfikir bahwa Ahok tidak nasionalis. Bahwa Islam harus memilih islam, Nasrani harus memilih Nasrani. Tidak, tidak pernah terfikirkan oleh kita. Sebagai elemen gerakan kita berfikir bahwa kelayakan itu bukan berpatokan pada suku-agama-ras atau golongan yang ada pada seseorang, tetapi kepiawaiannya kemampuannya dan person individunya. itu yang menjadi barometer kita dalam menentukan dukungan,” jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa nasionalisme harus dipahami dan diamalkan secara utuh. Dan nasionalisme berlaku bagi semua warga negara dari golongan mana pun.

“Kita lihat, di kantong-kantong TPS orang Tionghoa, Ahok menang 80 persen – 90 persen. Di kantong-kantong suara orang Muslim, Ahok juga menang 70 persen – 80 persen. Nah dari gambaran raihan suara beda basis itu, sekarang pertanyaannya siapa yang tidak nasionalis? Pertanyaan ini menjadi penting karena idealnya raihan suara tidak akan sekontras itu sekalipun di TPS komunitas Tionghoa. Ketika Islam memilih Ahok, ‘Islamnya nasionalis banget gitu ya’, tetapi ketika Tionghoa tidak memilih Agus atau Anies, sekarang siapa yang tidak nasionalis?” Papar Imran.

(nda)

Tags: Imran SimanjuntakNasionalismePC ISNU SiantarPemuda IslamSTAI Samora
Share327TweetPin

Related Posts

Walikota Hadiri Pelantikan Pengurus Majelis Taklim Silaturahmi Kota Pematangsiantar

by Redaksi
25/08/2026
0

...

YPU Siantar Apresiasi Pemko atas Program Keumatan yang Berdampak Langsung ke Masyarakat

by Redaksi
30/07/2026
0

...

Pemko Dukung Raker dan Pelantikan Pengurus Dewan Masjid Indonesia Kota Pematangsiantar

by Redaksi
29/07/2026
0

...

Pemko Siantar Gelar Rapat Persiapan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

by Redaksi
26/07/2026
0

...

PKB menargetkan penguatan basis kader di Simalungun. Hal itu diharapkan lewat peningkatan peran PKB dalam isu-isu lokal, dan kolaborasi dengan tokoh adat dan komunitas budaya.

Imran Simanjuntak Pimpin PKB Kota Pematangsiantar: Sinyal Kebangkitan PKB di Tanah Simalungun

by Redaksi
23/07/2026
0

...

Wesly Silalahi Terima Penghargaan Tokoh Toleransi di Sumut

by Redaksi
29/06/2026
0

...

Bedah Buku “Gus Hery Harianto Azumi: Nakhoda Abad Kedua NU”

by Redaksi
22/06/2026
0

...

GKB NU: Pemimpin Baru dengan Tantangan Baru

by Redaksi
17/06/2026
0

...

Pledoi untuk Seorang Kawan: Membela Budiman dari Pinggiran Kota

by Redaksi
16/06/2026
0

...

Fenomena Cawe-cawe Politik di Siantar: Krisis Demokrasi Lokal dan Peran Rakyat

by Redaksi
10/06/2026
0

...

Terkini...

KNPI Pematangsiantar Apresiasi dan Dukung Penuh Gelaran Road Race Wali Kota Cup

10/09/2026

Tim Sidak Harga Pangan dan Pengendalian Inflasi Kunjungi Pasar dan Peternak

31/08/2026
Walikota Pematangsiantar Wesly Silalahi, dan Pimpinan PT Unitwin Indonesia Dr H Rahmat Shah.

Kerja Sama Pengelolaan Taman Hewan Siantar Diperpanjang 30 Tahun

31/08/2026

Pemko Siantar Terima Penghargaan dari OJK

30/08/2026

Pemko Siantar Teken Perjanjian Kerja Sama Percepatan Pendaftaran Tanah Wakaf

29/08/2026

PPATK Temukan 1.885 Rekening Penerima Bansos di Siantar Terindikasi Judol

29/08/2026

Walikota Terima Kunjungan Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Medan Area

26/08/2026

PKK Siantar Gelar Pembinaan dan Pencegahan Narkoba bagi Anak Remaja

26/08/2026

Wesly Tekankan Aspek Ketersediaan Kebutuhan Pokok Demi Kendalikan Inflasi

26/08/2026

Damkar Siantar Padamkan Kebakaran Hebat di Jalan Bandung

25/08/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In