Informasi Terpercaya
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil
No Result
View All Result
Informasi Terpercaya
No Result
View All Result

Sekedar Mengingatkan, Wisata Danau Toba Sudah Pernah Jaya

by Redaksi
31/08/2019
in Fokus, Opini, Utama
0
Foto suatu senja di Samosir, Juni 2019. (isiantar/nda).

Foto suatu senja di Samosir, Juni 2019. (isiantar/nda).

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Gabjriel Obeiyel

Mengikuti kabar tentang upaya pembangunan sektor wisata kawasan Danau Toba, kian ke sini kian terasa memberi kebingungan. Baru beberapa tahun saja sudah muncul beberapa jargon atau tagline yang berbeda — yang tentu dipahami sebagai skema-abstrak atau landasan pembangunan dan promosi kawasan ini; mulai dari Monaco of Asia, ke Negeri Indah Kepingan Surga, dan kini muncul Bali Baru.
Semenjak munculnya tagline Monaco of Asia beberapa tahun lalu, hingga kini belum terjawab mengapa tagline itu yang dipilih. Ada apa sebenarnya dengan Monaco? Seperti apa itu Monaco? Dan mengapa ditambah kata of Asia di depannya? Dan apa penyebab tagline itu yang dihadirkan menjadi bahan pencitraan sekaligus dudukan konsep pembangunan kawasan ini serta sudah sejauh apa hasilnya?
Begitu juga saat tagline Negeri Indah Kepingan Surga yang tersiar tak berapa lama kemudian. Rentetan pertanyaan sama untuk tagline yang diletakkan untuk destinasi-alami yang oleh penduduk lokal dinamai Tao Toba ini. Yaitu di mana, siapa saja, sejauh apa, dan aspek-aspek apa yang telah didiskusikan hingga tagline ini yang disepakati.
Belum pula jawaban untuk semua itu tertemukan, pagi tadi di media terlihat sudah muncul lagi frasa Bali [yang] Baru dalam narasi yang juga dikemas sebagai konsep pembangunan sekaligus mencitrakan Tao Toba. Nah…
Bagaimana kesemua tagline itu bisa bermunculan? Adakah disebalik ramainya berita tentang besarnya kucuran uang untuk pengembangan wisata di kawasan ini juga banyak lembaga yang terlibat, yangmana mereka bebas menerjemahkan wisata, pariwisata, kepariwisataan, dan juga Tao Toba sesuai dengan pemahaman dan konsep mereka sendiri-sendiri? Jika iya, siapa saja dan sudah bagaimana hasil kerja serta evaluasi oleh-dan-terhadap mereka?
Benar, tentu saja kita sadar, bahwa berharap jawaban dan penjelasan (yang benar-benar jelas) untuk pertanyaan itu tidak mudah dan akan butuh waktu. Ini kawasan besar, uang besar, masyarakat besar, maka banyak yang harus dicecar dalam mengawal keseluruhan Tao Toba — yang entah mengapa pula frasa “untuk mengembangkan wisata Danau Toba” masih terus muncul padahal wisata di kawasan ini sudah pernah jaya dalam skala internasional, dalam skala terluas!
Untuk sekedar mengingatkan, sektor wisata di Tao Toba sudah pernah sangat jaya di era 80-90an lalu. Bukan hanya travel-agent, tapi saat itu bahkan banyak penduduk setempat yang sudah menjadi “money-changer berjalan”. Kapanpun dimanapun mereka memegang dollar atau mata uang lainnya siap sedia kalau saja ada turis yang tiba-tiba datang mau menukar uang.
Banyak sekali turis mancanegara yang berkunjung ketika itu. Beberapa kali kalau pas liburan ke sana, jumlah turis bahkan terlihat lebih banyak dari penduduk lokal.
Juga harus diingat, di saat masa kejayaannya itu, di kawasan ini tidak ada yang namanya jalan tol, hotel-hotel mewah-atau-penginapan-yang-pantainya-paling-luas, objek wisata keramba, jalan aspal lebar, cuaca terik ala-ala metropolitan, bandara-bandara. Itu semua tidak ada.
Dan memang benar, bahwa gambaran sekilas tentang bagaimana kondisi saat kejayaannya itu bisa terdengar asing dan membingungkan bagi sebagian orang, termasuk orang-orang yang terlibat di proyek kepariwisataan di Tao Toba saat ini. Dan sekaligus wajar kalau diantaranya ada yang masih butuh waktu lama untuk bisa paham mengapa dulu bisa ramai sekali turis yang datang ke Tao Toba padahal konsep yang ada di kepalanya saat ini tidak ada ketika itu. Ada apa dengan pariwisata di sini. Dan lalu bertanya pada dirinya sendiri: “O, Danau Toba, entah apa yang mau dilihat turis dulu itu sampai bisa seramai itu ya? Dan hal baru apalagi lah yang harus kubangun biar bisa berkembang wisata di sini, ya?”
PS: Jauhkan kalkulator Anda….(*)
Penulis adalah warga Siantar yang pernah berkunjung menikmati Tao Toba.

Baca juga:
Kuburan di Atas Pohon, Sebuah Objek Wisata di Samosir
Rondang, Popcorn-nya Orang Batak
Tags: BODTWisataWisata ParapatWisata Samosir
Share62TweetPin

Related Posts

Prospek Wisata Kota Siantar Mulai Dibahas Lagi, IWO Siantar Gelar Diskusi

by Redaksi
28/06/2026
0

...

Wesly Silalahi Hadiri Pekan Inovasi Investasi Sumut di Parapat

by Redaksi
16/06/2026
0

...

PT Toledo Tuktuk Samosir Digugat

by Redaksi
23/02/2026
0

...

Wesly Berangkatkan Pelatih Karate Latihan Bersama ke Parapat

by Redaksi
22/06/2025
0

...

Ephorus Victor Tinambunan: Danau Toba Sedang Sakit

by Redaksi
20/06/2025
0

...

Polemik Bimtek Pangulu, Bupati RHS Lebih Sayang Bandung Ketimbang Parapat?

by Redaksi
27/05/2024
0

...

Genjot Wisata, Pemko Luncurkan Aplikasi Jelajah Siantar

by Redaksi
17/12/2023
0

...

Fenomena cahaya bulan yang tidak biasa terlihat di langit kota Siantar, Jumat malam (24/3/2023). (isiantar/nda).

Fenomena Cahaya Bulan yang Tak Biasa Terlihat dari Siantar

by Redaksi
24/03/2023
0

...

Pipa Pecah di Tugu Becak, Air ke Pusat Kota Siantar Terputus Sementara

by Redaksi
16/03/2023
0

...

(Kanan ke kiri) Ferry Simarmata, Sekretaris LBH-P, dan Agusman Silaban Anggota Tim Investigasi LBH-P. (isiantar/nda)

Terkait Konflik Warga dengan TPL dan BPODT, LBH Pematangsiantar Surati Jokowi

by Redaksi
18/06/2021
0

...

Terkini...

Kolaborasi Tanam Serentak Warnai Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Sumut

27/07/2026

PRABOWONOMICS: Jalan Pulang Negara kepada Rakyat

26/07/2026

Walikota Siantar Serahkan Piagam kepada 5 OPD dengan Akuntabilitas Kinerja Tertinggi

26/07/2026

Walikota Wesly: Masa depan bangsa ditentukan bagaimana memperlakukan anak-anak hari ini

26/07/2026

Pemko Siantar Gelar Rapat Persiapan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

26/07/2026
(Kiri) Ketua PD MDI Kota Pematangsiantar, Zainul Arifin Siregar. (Kanan) Surat Perintah Pelaksana Tugas yang diterbitkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

PD MDI Sesalkan Kemenag Sumut atas Pengangkatan Tarmuji Jadi Plt Kakan Kemenag Siantar

24/07/2026
PKB menargetkan penguatan basis kader di Simalungun. Hal itu diharapkan lewat peningkatan peran PKB dalam isu-isu lokal, dan kolaborasi dengan tokoh adat dan komunitas budaya.

Imran Simanjuntak Pimpin PKB Kota Pematangsiantar: Sinyal Kebangkitan PKB di Tanah Simalungun

23/07/2026

Peserta PKN II Rumuskan Rekomendasi Pemulihan Pascabencana di Tapsel

22/07/2026

Rehabilitasi Mangrove Dimulai dari Masyarakat: Dialog di Sumatera Utara Perkuat Strategi Komunikasi untuk Ketahanan Wilayah Pesisir

17/07/2026

Ada 1.000 Loker pada Job Fair yang Akan Digelar Pemko Siantar

17/07/2026
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Redaksi

© 2019 isiantar.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Komunitas
  • Seni & Wisata
  • Politik
  • Uang
  • Hukum
  • Khas
    • i Pelajar
  • Opini
    • Profil

© 2019 isiantar.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In