isiantar.com — Kisruh oleh tarif royalti lagu yang kini tengah marak, di satu sisi terasa sesuatu yang lucu. Karena, seandainya para pengusaha hotel, resto, atau kafe mau rileks sejenak, tarik nafas, mereka sesungguhnya bisa memperoleh tambahan keuntungan yang besar dari skema yang ditimpakan kepada mereka ini.
Para pengusaha ini hanya perlu kembali menyadari, bahwa sesungguhnya tak ada pelanggan yang datang ke suatu resto atau cafe, karena musik yang diputar di tempat tersebut. Melainkan mereka datang karena menu yang mereka tawarkan. Demikian pula orang-orang yang menginap ke hotel. Tidaklah ada yang naif datang ke sebuah hotel karena di hotel itu diputar lagu We Will Rock You.
Maka momen yang sepertinya sudah bikin gemas banyak pihak ini, sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk mendapat tambahan keuntungan bagi pengusaha hotel pun resto. Caranya pun sederhana cukup dengan membalik skemanya: bila ada musisi yang ingin lagunya diputar di kafe mereka, maka musisi tersebut wajib membayarkan biaya putar. Sejuta rupiah per satu lagu per sekali putar misalnya. Rasanya hal ini tidaklah mustahil sebab tempat mereka sudah mengumpulkan prospek calon pendengar dan penggemar bagi si musisi tersebut.
Pengkondisian untuk ini pun sangat sederhana. Para pengusaha hotel, kafe, dan resto, hanya perlu untuk bersatu, sebagaimana bersatunya orang-orang yang ingin menagih royalti lagu itu. (Ganda Hutahaean)
Baca juga:

















