Siantar — Tema tentang pengelolaan Perumda Tirtauli (sebelumnya bernama PDAM Tirtauli) yang selama puluhan tahun sebelumnya cuma bisa menghadirkan ekspresi sinis pada masyarakat karena telah dicap hanya semata dijadikan “lahan basah” oleh yang sedang menjabat walikota, telah berhasil dikikis oleh jajaran direksi yang mengabdi pada periode empat tahun terakhir. Signifikansi perubahan ini pun disadari dengan baik oleh masyarakat. Selain dari deretan penghargaan yang diraih, masyarakat juga melihat bahwa perusahaan ini telah menjadi instansi milik Pemko Pematangsiantar yang paling transparan dan membuka diri terhadap publik.
Transparansi dimaksud terlihat mulai dari bentuk yang paling sederhana yakni bahwa perusahaan ini merupakan instansi yang paling aktif mempublikasi kegiatan atau peristiwa yang sedang berlangsung lewat akun media sosialnya. Akun perusahaan ini juga tidak ditujukan untuk ajang pencitraan sebagaimana umumnya. Sebab konten dari akun tersebut didominasi oleh kondisi aktual pelayanan, gangguan layanan, bahkan detil setiap proses tender proyek yang sedang atau akan berlangsung.
Aspirasi masyarakat yang berharap grafik keberhasilan dan kemajuan Perumda Tirtauli ini tetap dipertahankan, sepertinya juga disadari penuh oleh Fraksi Golkar DPRD Kota Siantar. Sehingga, dalam sidang paripurna Senin (4/7/2022), Fraksi Golkar meminta Plt Walikota Susanti Dewayani juga menjadi sosok yang mampu menyadari dan mengapresiasi keberhasilan-keberhasilan tersebut.
“Dengan melihat prestasi-prestasi tersebut di atas, menurut kami manajemen Direksi Perumda Tirtauli sangat pantas dipertahankan untuk periode selanjutnya, sebab mereka sangat profesional dan mengerti tufoksinya. Karena seingat kami bahwa Manajemen Direksi PDAM Tirtauli selalu berdarah-darah, atau tidak ada menyumbang PAD ke KAS Pemerintah Kota Pematangsiantar. Baru kali ini berhasil.” Demikian harapan Fraksi Golkar yang disampaikan dalam sidang paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Atas Pengantar Nota Keuangan Terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2021 tersebut.
Sebelum sampai pada poin itu, Fraksi Golkar juga mengingatkan kembali deretan prestasi yang sudah diraih oleh jajaran direksi Perumda Tirtauli saat ini, yang sebelumnya tidak pernah disangka akan mampu diraih BUMD yang ada di kota ini. Antara lain; (1) Dalam Audit BPKP setiap tahunnya naik peringkat, (2) Pada tahun 2021 untuk laporan Audit BPKP 2020 oleh Kementerian PUPR mengeluarkan urutan ranking 2 di Sumatera Utara, (3) Pada Tahun 2022 mendapatkan penghargaan Top BUMD Award oleh Irjen OTDA, (4) Pada tahun 2022 ini juga akan mendapat urutan Ranking 1 di Sumatera Utara hasil Laporan Audit BPKP tahun 2021.
Sementara itu, masih terkait dengan harapan Fraksi Golkar yang berhubungan dengan periodesasi direksi Perumda Tirtauli ini, pantauan isiantar.com isu pergantian posisi jabatan di dinas-dinas maupun di BUMD memang menjadi sorotan hangat di sebagian besar kalangan masyarakat. Sorotan ini menyusul kuatnya rumor tentang terjadinya proses jual beli jabatan di masa pemerintahan Susanti. Sementara Susanti yang dikonfirmasi isiantar.com untuk memberikan klarifikasi atas rumor ini, belum memberi jawaban. [nda]




















