Siantar — Berbeda dengan masyarakat yang secara umum sudah tidak ambil pusing apakah Susanti Dewayani akan jadi dilantik atau tidak, sepertinya tidak demikian dengan ASN di lingkungan Pemko Pematangsiantar. Sebab, bahkan, secara diam-diam, sekelompok ASN dikabarkan sudah merancang strategi khusus untuk merayu hati sang pemenang pilkada pasangan Asner Silalahi melawan kotak kosong ini nantinya, bila dia sudah jadi dilantik.
Disebut sebagai sekelompok, karena telah menjadi rahasia umum bahwa beberapa tahun belakangan semenjak diberlakukannya sistem Pilkada Langsung, ASN di lingkungan Pemko Siantar telah terbagi di dalam beberapa faksi. Faksi-faksi ini terbentuk oleh kesamaan kepentingan atau latar belakang. Salah satunya, semisal, oleh kesamaan almamater.
ASN yang tergabung dalam sebuah faksi akan berjuang supaya teman-teman sefaksinya yang akan mendapatkan jabatan-jabatan strategis termasuk yang akan mendapat jatah anggaran yang lebih besar di dalam APBD. Dan, terkadang, di beberapa kasus, karena begitu besar dampak yang mampu diciptakan faksi ini secara senyap — hingga terkadang membuat DPRD terkesan cuma mampu mengeluh dan mati kutu — di sebagian kalangan sering terdengar celetukan bahwa DPRD Siantar tidak ada apa-apanya dalam berpolitik, termasuk dalam memahami aturan dan pengelolaan anggaran, dibandingkan ASN-ASN ini.
Adapun faksi yang kemudian berhasil mendominasi jabatan-jabatan strategis tersebut, akan dijuluki atau akan merasa diri sebagai “penguasanya” Pemerintahan Kota Pematangsiantar.
Saat ini, menyangkut Susanti yang dikabarkan akan jadi juga dilantik di tahun 2022 ini, salah satu faksi dikabarkan telah merancang sebuah skenario yang akan mampu menghadirkan suasana kebersamaan, dan suasana kemesraan dengan Susanti, untuk waktu yang cukup, untuk faksi ini mampu merealisasikan keinginannya atas jabatan-jabatan dan kue APBD tersebut.
Adapun skenario itu adalah dengan memboyong Susanti beserta keluarga besarnya untuk melakukan perjalanan “pulang kampung” ke Jogjakarta selama beberapa hari, yang perjalanan itu direncanakan segera dilakukan setelah Susanti dilantik. Dimana biaya untuk perjalanan tersebut telah dikondisikan di dalam APBD.
“Makanya kalau Abang cek itu APBD 2022 ada SPPD (Perjalanan Dinas) beberapa OPD ke Jogja yang waktunya bersamaan. Tujuannya untuk itu, untuk membuat Susanti terbuai, biar nanti mereka juga pejabat-pejabatnya yang diangkat Susanti,” ungkap seorang sumber, Selasa (2/1/2022).
Mengenai SPPD ke Jogjakarta sebagaimana diungkapkan sumber ini, konfirmasi yang dilakukan isiantar.com ke beberapa ASN yang dimaksudkan sumber tersebut, ada yang membantah dan ada yang membenarkan.
Di antara yang membenarkan adanya anggaran perjalanan dinas ke Jogjakarta itu, ada yang menyebut bahwa anggaran itu memang sudah ditampung, tapi belum ada kepastian mengenai kapan tanggal keberangkatannya. [nda]
Baca juga:




















