isiantar.com – Di tengah kian gencarnya isu penyelamatan lingkungan secara nasional bahkan internasional, kondisi di kota Siantar, Sumatera Utara, tampaknya menunjukkan kesadaran yang berbeda. Sejumlah aktivitas pembangunan di kawasan DAS (daerah aliran sungai) yang terjadi di kota ini, belum juga ditindak oleh pemerintah setempat.
Beberapa dari pembangunan di DAS dimaksud salah satunya terjadi di tepi Bah (sungai) Kaitan yang berada di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Di kawasan ini bahkan longsoran dinding sungai sudah terjadi yang diduga akibat aktivitas pembangunan perumahan yang hingga sampai ke DAS.


Umum diketahui, DAS yang juga merupakan daerah tangkapan air memiliki fungsi vital untuk menjaga lingkungan seperti menjaga kualitas air, mencegah banjir, dan mencegah terjadinya kekeringan saat musim hujan maupun kemarau. Sehingga menjaga kelestarian lingkungan DAS seharusnya menjadi prioritas sebab menyangkut nyawa manusia.
Adanya aktivitas pembangunan di kawasan DAS di Siantar sudah berulangkali disorot media. Teranyar aktivitas pembangunan di DAS juga terlihat terjadi di tepi sungai yang ada di Jalan Sisingamangaraja. Sejumlah alat berat tampak bekerja mengkondisikan tanah hingga ke DAS, dimana tanah yang dikondisikan tersebut dikabarkan akan dijual dalam bentuk tanah kaplingan.


[nda]
Baca juga:




















