Siantar — Setelah pembangunan Tugu Sangnaualuh di kompleks Lapangan Haji Adam Malik mangkrak, dan menyeret sejumlah pejabat ke ranah hukum, Pemko Siantar berencana membangun kembali tugu Raja Siantar tersebut di lokasi yang berbeda. Kali ini, tempat yang direncanakan adalah taman di pertigaan antara Jalan Sangnaualuh dan Jalan Sutomo, yang ada di depan pusat perbelanjaan Ramayana.
Rencana pembangunan kembali di lokasi pertama — tempat dimana telah terjadi dua kali peletakan batu pertama untuk pembangunan tugu ini — disampaikan oleh pejabat Dinas PUPR di hadapan Komisi III DPRD Siantar saat rapat pembahasan LKPJ Walikota, Rabu (22/7/2020) pekan lalu.
Salah seorang tokoh masyarakat Simalungun yang diminta tanggapannya atas rencana terbaru Pemko ini, Suwandi Sinaga, Ketua Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) cabang Pematangsiantar, menyatakan menyambut baik rencana tersebut. Meski ia masih mempertanyakan kebenarannya, sebab belum adanya pernyataan resmi dari Pemko kepada publik, khususnya ke masyarakat Simalungun, soal rencana tersebut.
“Sepakat, tapi belum ada pemerintah kota secara resmi mengatakan itu, tidak ada,” kata Suandi terkesan meragukannya.
Soal lokasi di taman pertigaan depan makam pahlawan, Politisi PDI Perjuangan ini menilai lokasi tersebut merupakan lokasi yang tepat sebab sesuai dengan yang sudah pernah diseminarkan.
“Itu sudah diseminarkan, ya dikembalikan ke posisi hasil seminar, jangan seolah-olah keterangan sepihak dengan keinginan sepihak atau golongan (lokasinya jadi berubah, red), karena raja Siantar itu milik semua warga Siantar,” ungkapnya.
Sementara informasi dihimpun isiantar.com tentang belum terbukanya Pemko atas rencana terbaru pembangunan Tugu Sangnaualuh ini, hal ini disebut berkaitan dengan kondisi situasional yakni refocusing anggaran akibat pandemi Covid yang membuat adanya pemotongan anggaran dan penundaan proyek-proyek fisik. [nda]



















