Siantar — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, kini sudah memiliki layanan pengobatan batu ginjal tanpa proses pembedahan.
Layanan tersebut bernama Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), yaitu prosedur medis untuk menghancurkan batu ginjal atau saluran kemih (batu ureter), dengan menggunakan gelombang kejut energi tinggi dari luar tubuh. Prosedur ini memecah batu menjadi pecahan kecil, agar mudah keluar bersama urine tanpa operasi.
“Jadi tidak perlu lagi masyarakat Kota Pematangsiantar berobat ke kota lain untuk pengobatan batu ginjal,” kata Direktur RSUD dr Djasamen Saragih, drg Irma Suryani MKM, dalam laporannya saat seremoni peluncuran layanan ini, di halaman RSUD dr Djasamen Saragih, Jalan Sutomo, Kamis (30/4/2026).
Di kesempatan ini Irma juga memastikan pihaknya akan terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami terus berbenah bersama tenaga kesehatan untuk mewujudkan layanan berkualitas yang mengutamakan keselamatan pasien,” ujarnya.
Walikota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Happy Oikumenis Daely, berharap dengan layanan ESWL ini masyarakat Siantar tak perlu lagi ke luar daerah untuk pengobatan ginjal.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mengahdirkan layanan ini, yang merupakan wujud upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
“Saya berharap seluruh elemen RSUD dr Djasamen Saragih bersama stakeholder dapat terus bahu-membahu, berkolaborasi, bersinergi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas layanan, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap RSUD dr Djasamen Saragih dapat terus meningkat seiring upaya penambahan jumlah, jenis, dan kualitas SDM, alat kesehatan dan sarana pendukung lainnya,” kata Wesly.
Statistik menunjukkan, bahwa di Indonesia prevalensi batu ginjal (nefrolitiasis) mencapai 0,6% (6 per 1.000 penduduk), atau sekitar 1,49 juta jiwa dengan kecenderungan lebih tinggi pada pria (24,3%) daripada wanita (18,7%). Sedangkan prevalensi batu kandung kemih, menyumbang sekitar 5% dari semua kasus batu saluran kemih.
Tingginya angka tersebut menunjukkan beban penyakit batu saluran kemih masih cukup besar dan memerlukan penanganan yang efektif, efisien, serta minim risiko.
Kepala Rumah Sakit Tentara (RST) Pematangsiantar Kesdam I/Bukit Barisan, Mayor Ckm dr Ivan Paulus Gunata SpKJ MARS, yang juga hadir pada peluncuran ini, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Pemko Siantar dan RSUD dr Djasamen Saragih hingga bisa menyediakan layanan ESWL.
“ESWL merupakan salah satu tata laksana pengobatan yang maju. Ini bisa dikatakan lompatan, dan menjadi pilihan masyarakat di Pematangsiantar dan Simalungun,” katanya.
Dengan adanya layanan ini Ivan berharap akan bisa sekaligus meningkatkan angka kunjungan dan pendapatan kota Siantar.
“Kami sambut baik layanan ESWL yang akan membawa peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Ke depan, diharapkan orang ke Kota Siantar tidak hanya jalan-jalan, tetapi juga untuk medical check up dan lainnya. Semoga kita semua bisa berkolaborasi dengan keunggulan masing-masing,” tukasnya.
Acara ini turut diisi dengan Selayang Pandang terkait ESWL oleh Dr dr HM Andriady Saidi Nasution SpU SH MH MBiomed MKM. Juga edukasi kesehatan oleh dr F Sahat Situmorang SpPD. Dilanjutkan peninjauan ke ruang ESWL dan pelaksanaan IVA Test.
Turut hadir di peluncuran ini Pimpinan Bank Sumut Cabang Pematangsiantar Subhan Pardosi, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar Indra Bayu SKM MHPM AAAK, Camat Siantar Selatan Henri Gunawan Purba SH, pimpinan rumah sakit swasta, TP PKK Kota Pematangsiantar, organisasi kemasyarakatan, dan lainnya. (PR/nda)

























