isiantar.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Lukas Barus, mengatakan rasa kebangsaan masyarakat di Kota Pematangsiantar semakin rendah. Pernyataan itu dilandaskannya pada dua penggambaran. Pada perilaku pemasangan bendera di kendaraan, dan jumlah warga yang hadir di upacara bendera.
Soal pemasangan bendera, Lukas mengkritik warga yang memasang bendera di kendaraan yang disebutnya tidak benar penempatannya. Sayang kritiknya tersebut tidak disertai dengan penjelasan tentang di mana sesungguhnya posisi pemasangan bendera yang benar jika pada kendaraan.
“Kemudian, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hari-hari besar, hal ini ditandai dengan minimnya kehadiran masyarakat dalam pelaksanaan tersebut. Beberapa kali kita laksanakan pelaksanaan hari-hari besar di Lapangan Adam Malik. Jika kita lihat jumlah warga siantar dengan jumlah yang hadir, dengan jumlah penduduk yang berjumlah lebih kurang 270 ribu jiwa, yang hadir tidak lebih dari 1000 (orang), saya pikir sudah tidak benar. Berarti rasa kebangsaan masyarakat khususnya di Pematangsiantar ini sudah semakin rendah”.
Demikian dikatakan Lukas Barus di hadapan seluruh Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Siantar saat Rapat Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Tahun Anggaran 2016, Senin (12/6/2017) di Gedung DPRD.
Lukas Barus yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tarukim di masa pemerintahan Hulman Sitorus juga menyebut kesadaran dan pemahaman masyarakat akan 4 Pilar Kebangsaan sudah sangat minim.
Katanya hal itu dapat dilihat dengan berkurangnnya semangat gotong royong di tengah masyarakat. Maupun kurangnnya perhatian masyarakat akan hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan pemko.
“Contoh, bagaimana masyarakat setelah dibangun saluran irigasi atau pun saluran drainase di depan rumahnya. Membersihkannya aja dia keberatan yang di depan rumahnya, apalagi kita harapkan dia membersihkan kota madya ini,” katanya.
Dalam rapat Lukas Barus juga sempat mengeluhkan kondisi Kantor Kesbangpol yang menurutnya dalam kondisi kekurangan dalam banyak hal. Kekurangan jumlah pegawai dan SDM yang memadai, juga kekurangan dukungan infrastruktur dan peralatan administrasi.
Atas pemaparan-pemaparannya di dalam rapat itu, Lukas Barus sempat mendapat apresisasi dari salah seorang anggota Pansus, Hendra Pardede.
Namun salah seorang anggota Pansus lainnya, Daniel Manangkas Silalahi, sempat menanyakan bagaimana soal pembinaan Kesbangpol terhadap organisas-organisasi masyarakat di kota ini. Pertanyaan itu dijawab Lukas Barus dengan gamblang.
“Saya tidak malu-malu, Pak. Selama ini memang itu tidak kita laksanakan,” jawab Lukas Barus. [nda]



















